TROTOAR.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mempersiapkan anggaran sekitar Rp 500 miliar untuk menghadapi dampak Sosial dan ekonomi dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah disetujui pemerintah Pusat.
Nilai tersebut terbagi dari Rp 100 miliar lebih dana yang diambil dari APBD dan Rp 376 miliar anggaran yang diusulkan kepusat dalam penerapan PSBB
“Asumsi kami kita butuh anggaran sekitar kurang lebih Rp 500 miliar untuk menghadapi dampak sosial dan ekonomi akibat pemberlakukan PSBB, ” Kata jubir Covid-19 Kota Makassar Ismail Hajiali
Baca Juga :
Anggaran tersebut nantinya akan membiayai hidup masyarakat yang merasakan langsung dari dampak pemberlakukan PSBB khususnya mereka yang terkena langsung dampak dari penerapan PSBB
Lanjutnya jika saat ini tercatat sekitar 53 kepala keluarga yang akan di mendapat bantuan, namun pihaknya akan fokus terhadap warga atau pekerja yang dirumahkan dan di PHK akibat wabah virus Corona.
“Data sementara kita ada sekitar 53 ribu kepala keluarga yang kami data sebagai warga kurang mampu, namun kami akan fokus pada warga atau pekerja yang dirumahkan dan kena PHK serta warga kurang mampu yang belum dapat bantuan pemerintah seperti PKH dan BPNT dari kemensos, ” Ulasnya
Saat ini pemerintah kota Makassar masih menyusun perwali yang akan menjadi regulasi dari pemberlakukan PSBB di Kota Makassar.
Sehingga mereka yang akan dapat bantuan akibat pemberlakukan PSBB akan diatur dalam perwali, termasuk usaha-dan sektor apa saja yang ditutup selama pemberlakukan PSBB.
“Kita tunggu saja perwalinya, karena di perwali nantinya yang akan mengatur sistem penerapan PSBB, termasuk mereka yang akan dapat bantuan, ” Ulasnya
Selain itu juga disampaikan jika pihaknya saat ini masih akan berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri dalam penertiban selama proses PSBB di berlakukan.



Komentar