TROTOAR.ID, MAKASSAR — Kepala dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dokter Muhammad Ichsan Mustari menyebutkan 16 santri dari Pondok Pesantren Al Fatah j Magetan Jawa Timur kini menjalani karantina mandiri di Badan Diklat Provinsi Sulsel
16 dari 330 orang santri tersebut diduga mengalami gejala yang mengarah ke virus corona, hingga santri tersebut akan menjalani swab tes.
“Benar ada 16 santri asal Jatim saat ini kita pantau, dan karantina di Badan Diklat, mereka di sana dipantau oleh tim dokter yang kami siapkan,” Jelasnya
Selain itu dikatakan sebelum di karantina, 330 santri menjalani rapid tes hingga 16! Orang dinyatakan positif
Hingga dikatakan sambil menunggu hasil swab tes keluar, dan jika hasilnya menunjukan mereka positif maka mereka akan dirawat lebih intensif
Dan jika hasilnya negatif maka mereka akan dipulangkan ke kampung halaman dengan menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari.
“Kita masih menunggu hasil awalnya kalau mereka negatif kita pulangkan dan jika mereka positif kita rawat mereka, ” Jelasnya
Dinas Kesehatan juga menempatkan beberapa dokter di lokasi karantina mereka saat ini, dan para dokter nantinya akan memantau kondisi kesehatan dari santri tersebut, ” Jelasnya
Sebelumnya Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memantau langsung proses penjemputan dan rapid tes yang dilakukan kepada santri yang tiba pada beberapa hari yang lalu di bandara Sultan Hasanuddin Makassar (***)




Komentar