Komisi II Minta KPU dan Bawaslu Serta Pemerintah Serius Gelar Pilkada Serentak

Suriadi
Suriadi

Jumat, 26 Juni 2020 14:38

TROTOAR.ID, MAKASSAR -- Anggota komisi II DPR RI, Ir.Huga meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu untuk menejaskan secara detail kepada menteri keuangan perihal tambahan anggran yang akan di gunakan dalam melaksanakan pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.
TROTOAR.ID, MAKASSAR -- Anggota komisi II DPR RI, Ir.Huga meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu untuk menejaskan secara detail kepada menteri keuangan perihal tambahan anggran yang akan di gunakan dalam melaksanakan pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Anggota komisi II DPR RI, Ir.Huga meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu untuk menejaskan secara detail kepada menteri keuangan perihal tambahan anggran yang akan di gunakan dalam melaksanakan pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Hal tersebut diungkapkand alam rapat dengar pendapat antara Komisi II bersama KPU dan BAwaslu membahas kesiapan Penyelenggaran dalam melaksanakan pilkada serentakn ditenmgah-tengah pandemi virus corona.

“Saat ini realisasi anggaran yang dibutuhkan KPU dan Bawaslu belum terwujud, sehingga kami meminta kapada KPU dan Bawaslu untuk mejel;askan secara detail usulan anggaran kepada menteri keuangan,” Kata Hugua.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga berharap agar kiranya Pemerintah, KPU dan Bawaslu menunjukkan keseriusannya dalam menggelar pilkada pada 9 desember 2020 mendatang.

Hingga dia menyebutkan jika penyelenggara tidak memiliki kualitas dalam melaksanakan pilkada serentak maka itu akan berdampak pada hasil pilkada atau kepala daerah yang tidak memiliki kualitas

“Jika penyelenggaraan Pilkada tidak berkualitas, maka akan menghasilkan pemimpin yang tidak berkualitas juga. Jika pemimpin tidak berkualitas, maka akan berdampak pada kebijakan-kebijakan yang tidak berkualitas juga, antara lain masalah ekonomi dan kemiskinan,” tambahnya dikutip Suara.com

Mantan Bupati Wakatobi dua periode tersebut menyampaikan masa pandemi virus corona memaksa masyarakat untuk mengerti digital, sehingga KPU perlu memikirkan untuk merancang sistem pemilihan berbasis digital, dalam hal ini e-voting.

“Kalau perlu diadakan survei dan simulasi untuk uji kelayakan e-voting, sehingga pada saatnya nanti kita sudah siap, terutama untuk Pemilu 2024,” katanya.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah11 Agustus 2026 23:53
Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Barru Berubah Jadi Panggung Kegembiraan, Bupati Andi Ina Traktir Es Krim Peserta
BARRU, Trotoar.id — Jalanan Kabupaten Barru, Selasa (11/8/2026), mendadak berubah menjadi panggung kegembiraan. Bukan hanya barisan peserta yang ber...
Nasional11 Agustus 2026 23:50
KSP Kawal Percepatan Investasi dan Hilirisasi, Realisasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010,6 Triliun
JAKARTA, Trotoar.id — Kantor Staf Presiden (KSP) memperkuat pengawalan terhadap percepatan investasi dan hilirisasi nasional. Langkah ini diarahkan ...
Metro11 Agustus 2026 21:59
Tracing TBC Makassar Diperluas ke 339 Titik, TPT Kontak Serumah Baru 0,71 Persen
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar memperluas penelusuran atau tracing Tuberkulosis (TBC) hingga ke tingkat masyarakat. Sebanyak 339 ti...
Metro11 Agustus 2026 21:51
Lewat Program Ibu Berdaya, TP PKK Makassar Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas dengan AI
MAKASSAR, Trotoar.id — Teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) mulai didorong menjadi alat strategis bagi pelaku UMKM pere...