Soal Dugaan Penganiayaan Dan Salah Tangkap, Kabid Humas Polda Sulsel Angkat Bicara

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Selasa, 25 Agustus 2020 18:43

Soal Dugaan Penganiayaan Dan Salah Tangkap, Kabid Humas Polda Sulsel Angkat Bicara

Makassar,Trotoar.id- Kabid Humas Polda Sulsel angkat bicara soal dugaan salah tangkap dan penganiayaan yang dialami oleh anak dibawah umur yang diduga dilakukan oknum anggota Polsek Bontoala.

Kombes Pol Ibrahim Tompo menuturkan kronologi kejadian saat itu sekitar pukul 03.15 Wita Polsek Bontoala mendapatkan informasi telah terjadi perang kelompok masyarakat dijalan Tinumbu Makassar.

Dari informasi tersebut, personil dari Polsek Bontoala turun langsung melakukan pengamanan, setelah mobil patroli tiba ke lokasi kejadian.

Alhasil, massa langsung dibubarkan, anggota unit khusus melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan tiga orang anak yang diduga ikut melakukan perang kelompok.

“Nah saat diamankan salah satu anak tersebut memberontak dan melepaskan diri dari pegangan petugas, dan secara spontan petugas tersebut berusaha menangkap lagi dengan mengayunkan tangan untuk memegang kerak bajunya namun secara tidak sengaja membentur bagian muka dari korban,”jelas Kabid Humas, Selasa (25/08/2020).

Kabid Humas juga meluruskan Pemberitaan yang beredar di media sosial bahwa terjadi dugaan salah tangkap dan ditabrak motor oleh oknum anggota Polsek Bontoala terhadap anak dibawa umur tersebut

“Jadi bukan salah tangkap, saat Polisi tiba massa langsung membubarkan massa dan dilakukan penyisiran dan didapati 3 (tiga) orang anak remaja ini ikut juga melarikan diri, sehingga diduga kuat ikut melakukan perang kelompok, begitu pula isu ditabrak, itu tidak ditemukan keterangan terkait hal tersebut,” ungkap Ibrahim Tompo.

Namun demikian lanjut Kabid Humas, Propam Polda Sulsel sudah melakukan pemeriksaan secara detail terkait kejadian tersebut, untuk mengetahui apakah pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh anggota Polsek Bontoala ini sudah sesuai prosedur atau tidak.

Diketahui, Seorang anak berinisial MF (13) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diduga jadi korban salah tangkap polisi. Propam Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) kini menyelidiki dugaan tersebut.

Paman MF, Abdul Karim (37) menyebut korban menderita luka lebam pada mata kirinya usai diduga dipukul polisi. Abdul menyebut dugaan salah tangkap hingga berujung penganiayaan itu dilakukan oleh aparat Polsek Bontoala. MF juga sempat menghilang dan belakangan diketahui MF ditahan di Polsek Bontoala.

“Tahu-tahunya pas pulang (ke rumah) babak belur mukanya (pada mata kiri),” kata Abdul saat dimintai konfirmasi, Senin (24/8/2020) dilansir Detik.com. (Rin)

 Komentar

Berita Terbaru
Uncategorized22 Agustus 2026 22:56
Atasi Krisis Air Petani, Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Sumur Bor untuk 40 Hektare Sawah di Gowa
GOWA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan sumur bor kepada kelompok tani di Desa Bori Tallasa, Kecamatan Pallangga...
Parlemen22 Agustus 2026 18:24
Salman Alfarizi Karsa Serap Aspirasi Warga Tamamaung, Beasiswa Jadi Sorotan
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Salman Alfarizi Karsa, menyerap langsung aspirasi warga dalam kegiatan Pengawasan APB...
Hukum22 Agustus 2026 17:09
MA Larang JPU Ajukan Banding dan Kasasi atas Putusan Bebas, SEMA 4/2026 Terbit
JAKARTA, Trotoar.id — Mahkamah Agung (MA) menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2026 yang menegaskan bahwa jaksa penuntut umu...
Parlemen22 Agustus 2026 17:00
Disambut Angngaru, Zalman Alfarizi Serap Aspirasi Warga dalam Pengawasan APBD Sulsel 2026
Makassar, Trotoar.id — Suasana kegiatan Pengawasan APBD Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026 berlangsung semarak saat Anggota DPRD Provinsi Sulawesi...