Makassar,Trotoar.id- Lembaga survey ternama Polmark Indonesia angkat bicara atas tidak berlanjutnya kerja sama pendampingan terbatas dalam Pilkada Kota Makassar 2020.
Dalam siaran persnya, CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah mengungkapkan dengan sangat sengaja tidak merespon secara emosional pemberitaan yang mencatut namanya dan Polmark Indonesia.
“Tidak bijak memanfaatkan arena publiq sebagai tempat perdebatan emosional,”ujarnya.
Baca Juga :
Eep menambahkan, sebagai orang yang selama belasan tahun terakhir mengelola kegiatan pemenangan pilkada dan pemilu. Dirinya mengetahui persis langkah-langkah apa saja yang mesti diambil.
“Saya tahu persis bahwa sesungguhnya Tim pemenangan dan kandidat harus amat hati-hati mengambil langkah ditengah dinamika yang semakin tinggi, “tambahnya.
Jika tidak, kata Eep Saifullah kerugian elektoral terbesar justru harus ditanggung oleh Tim pemenangan dan kandidat yang bersangkutan.
Untuk itu, Eep menyampaikan keterlibatannya dengan perkembangan pilkada kota Makassar. Mulai dari meme hasil survey hingga pemecatan dan pengusiran Tim Polmark Indonesia.
“Saya dan Polmark tak punya sama sekali kebiasaan membantah keterlibatan dalam pilkada atau pemilu, kami justru menjadi satu dari sedikit lembaga yang secara terbuka mempublikasikan keterlibatan kami, ini terjadi di semua pendampingan pilkada yang kami lakukan,” ungkap Eep.
Ditambah lagi, untuk meluruskan kesimpang siur pemberitaan yang terjadi, Eep menuturkan hasil survey dari Polmark Indonesia hanya di presentasikan kepada Munafri Arifuddin dan tim-timnya tanpa ada publikasi.
“Pada saat itu, kerja sama hanya sebatas survey, tidak ada kerja sama pendampingan kami sebagai konsultan kerjasama pemenangan untuk MA,”jelasnya.
Namun, akhirnya kerja sama pendampingan terbatas dilakukan dengan Erwin Aksa selaku Ketua TIM pemenangan Appi-Rahman, mulai tanggal 19 Agustus 2020.
“Sesungguhnya isi kontrak tersebut bersifat rahasia, tetapi karena sudah ada pihak tertentu yang mengedarkan foto kontrak kerjasama, ada baiknya saya jelaskan,”umbar Eep.
Berkaitan dengan meme hasil survey Paslon Appi-Rahman yang mencantumkan nama dan profil dirinya selaku CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh sontak keberatan.
“Saya keberatan, meme publikasi hasil survey mencantumkan nama saya dan profil saya, saya juga keberatan kata Jumawa dalam meme itu, saya sampaikan itu bukan cara saya, terlebih lagi waktu survey data yang keliru (bermasalah),”tegasnya.
Eep juga membantah soal isu pemecatan dan pengusiran Tim Polmark Indonesia dari Makassar, sebab dalam kontrak kerja, dirinya bukan karyawan sehingga tidak dapat dipecat.
“Saya yang justru lebih dulu mengundurkan diri dari kerja sama pendampingan appi-rahman, “pungkasnya. (***)




Komentar