MAKASSAR, TROTOAR.ID – Kesatuan Aksi Mahasiswa UMI menggelar kampanye di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia di Jalan Urip Sumoharjo Makassar. Menutut agar Surat Keputusan Drop Out (SK DO) empat orang mahasiswa Universitas Khairun (UNKHAIR) Ternate dicabut.
Keempat mahasiswa tersebut yakni, Arbi M Nur, Fahrul Abdullah W Bone, Fahyudi Kabir, Ikra S Alkatiri.
Selama hampir 9 bulan, empat mahasiswa UNKHAIR Ternate berjuang mengembalikan haknya sebagai mahasiswa. Lantaran pada 12 Desember 2019 lalu, di-DO karena terlibat dalam aksi solidaritas untuk Papua.
Kordinator lapangan Kesatuan Aksi Mahasiswa UMI, Wisnu mengatakan bahwa Rektor UNKHAIR menjadikan surat pemberitahuan dari Kapolres Ternate sebagai pertimbangan menerbitkan SK DO bernomor 1860/UN44/KP/.
“Ini membuktikan bahwa sifat otonom dari kampus sebagai ruang akademik telah diintervensi oleh kepentingan polisi. Padahal segala macam perbedaan pendapat dalam ranah akademik seyogyanya diperdebatkan secara ilmiah, alih-alih menggunakan kekuasaan untuk merepresi ide,” tuturnya.
Pada tanggal 29 September mendatang keempat mahasiswa korban DO tersebut akan menghadapi sidang pembacaan putusan. Kata Wisnu, momentum penting ini bukan saja bagi keberlangsungan pendidikan mereka berempat, tapi soal demokrasi dan kebebasan berekspresi di ruang akademik.
“Oleh karena itu kami memohon do’a dan dukungan dari seluruh kawan-kawan pro-demokrasi turut memastikan keadilan bisa menemui mereka. Salah satu upaya yang bisa kami lakukan adalah dengan menggelar aksi guna mengingatkan agar hakim tetap pada jalur yang benar dalam memutuskan perkara,” kuncinya. (Alam)


Komentar