TROTOAR.ID, MAKASSAR — Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk meredam aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja gagal dilakukan.
Pasalnya, rencana pertemuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai Universitas di Kota Makassar dan organisasi kemahasiswaan tidak mendapat respon
Hingga pada pertemuan yang digelar jumat 16 Oktober 2020, cuman dihadiri kurang dari 01 perwakilan Ormas Serikat Buruh, organisasi Kepemudaan dan mahasiswa serta 4 utusan BEM.
Baca Juga :
Ketidakhadiran sejumlah BEM dan kelompok Ormas serta buruh lada pertemuan yang dihadiri langsung Wakil Gubernur Sulsel, Sudirman Sulaiman selanjutnya akan melaporkan pertemuan yang digelar di Ruang Rapim kepada ke Gubernur.
“Saya akan sampaikan ke Gubernur pertemuan ini, meskipun banyak BEM dan undangan yang tidak menghadiri pertemuan ini,” Jelasnya
Meski ada beberapa usulan yang disampaikan kelompok masyarakat, namun kata Sudirman Sulaiman ini akan dikaji sambil menunggu draft UU ciptaker untuk kemudian dilakukan kajian bersama
Bahkan kemungkinan ke depan akan ada pertemuan lanjutan untuk menghadirkan kelompok mahasiswa dan elemen masyarakat untuk mengupas satu persatu pasal yang ditentang oleh elemen masyarakat sebelum apa yang menjadi kesimpulan disampaikan kepada Presiden dan DPR RI.
“Kita akan lakukan pertemuan sekali lagi, u tim duduk bersama mengupas pasal yang dipersoalkan kelompok buruh mahasiswa dan masyarakat,’ ungkapnya (***)




Komentar