Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Adnan-Kio Siap Naikkan Gaji Guru Honorer

Awal Febri
Awal Febri

Minggu, 15 November 2020 14:42

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Adnan-Kio Siap Naikkan Gaji Guru Honorer

TROTOAR. ID, MAKASSAR – Guru honorer akan mendapat perhatian lebih oleh Calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan-Abdul Rauf Malaganni Karaeng Kio (Adnan-Kio). Selama ini, masih banyak guru honorer yang bergaji rendah.

Hal itu karena upah mereka tergantung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tempat guru honorer mengabdi.

“Kita harus akui itu, bahwa gaji guru honorer masih tidak seragam. Karena di Gowa, honorer digaji lewat dana BOS. Kedepan kesejahteraan guru jadi prioritas. Kami buatkan standarnya dan kami tingkatkan,” kata Adnan, saat Debat Publik kedua Pilkada Gowa 2020, di Hotel Four Point by Sheraton, Sabtu (14/11/2020).

Jawaban Adnan ini merespon panelis, Prof DR Arismunandar, yang meminta pendapat calon bupati incumbent ini terkait kesejahteraan tenaga pendidik non ASN. Memperhatikan kesejahteraan tenaga pengajar dianggap Adnan sangat penting. Karena sektor pendidikan adalah program utamanya lima tahun kedepan.

Lewat peningkatan kualitas pendidikan, kata Adnan, target Pemkab Gowa membentuk SDM yang unggul bisa segera tercapai. Masih soal tenaga pengajar, Adnan-Kio pun berencana menambah jumlah guru di Kabupaten Gowa. Apalagi diketahuinya, dalam waktu dekat ini banyak guru berstatus ASN yang akan pensiun.

“Memang sampai sekarang kita akui masih kekurangan guru. Baik dataran rendah, apalagi tinggi. Tapi di Gowa kita sudah mengantisipasinya. Kami sudah angkat 2.715 guru untuk SD dan SMP. Sebagai antisipasi ada gelombang pensiun. Kami juga siapkan kualitasnya. Minimal S1 untuk guru SD dan SMP,”lanjut Adnan.

Lagi-lagi sebagai bentuk perhatian, Adnan menjelaskan bahwa 2.175 guru tersebut sudah dibekali NUPTK. “Kita sudah terbitkan NUPTK-nya sebagai persyaratan utama,”terang Adnan lagi yang kemudian mendapat apresiasi dari Arismunandar.

Pada Debat Publik ini, Adnan juga menyampaikan akan mengupayakan internet untuk siswa di daerah dataran tinggi. Sebagai wujud memberi akses pendidikan yang sama kepada seluruh pelajar di Kabupaten Gowa. Program ini disiapkan Adnan-Kio sebagai antisipasi model belajar mengajar yang masih lewat online.

“Jadi nantinya dana desa itu akan kami alokasikan untuk menyediakan internet bagi anak-anak sekolah di daerah datarn tinggi. Kita tahu bahwa kendala di dataran tinggi adalah akses. Beda dengan dataran rendah yang nyaris tidak mengalami kendala untuk mengakses segalanya,” demikian Adnan.

Masih soal pendidikan, Adnan memaparkan sejumlah program lanjutan. Seperti beasiswa kuliah untuk setiap anak berprestasi dari setiap desa. Program ini dikerjasamakan dengan sejumlah universitas ternama di Sulawesi Selatan. Seperti Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar.

Bagaimana dengan program beasiswa di kampus ternama Indonesia yang sudah berjalan? “Tetap akan dilanjutkan,” kunci Ketua PMI Sulsel ini. (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Uncategorized22 Agustus 2026 22:56
Atasi Krisis Air Petani, Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Sumur Bor untuk 40 Hektare Sawah di Gowa
GOWA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan sumur bor kepada kelompok tani di Desa Bori Tallasa, Kecamatan Pallangga...
Parlemen22 Agustus 2026 18:24
Salman Alfarizi Karsa Serap Aspirasi Warga Tamamaung, Beasiswa Jadi Sorotan
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Salman Alfarizi Karsa, menyerap langsung aspirasi warga dalam kegiatan Pengawasan APB...
Nasional22 Agustus 2026 17:18
Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Perintahkan Tambah Pompa dan Sumur Bor
KUBU RAYA, — Presiden Prabowo Subianto turun langsung mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Ray...
Hukum22 Agustus 2026 17:09
MA Larang JPU Ajukan Banding dan Kasasi atas Putusan Bebas, SEMA 4/2026 Terbit
JAKARTA, Trotoar.id — Mahkamah Agung (MA) menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2026 yang menegaskan bahwa jaksa penuntut umu...