Kemensos RI Berikan Bantuan Penguatan Kearifan Lokal ke UKM UIN Alauddin

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 24 November 2020 18:20

Kemensos RI Berikan Bantuan Penguatan Kearifan Lokal ke UKM UIN Alauddin

TROTOAR.ID, Makassar – Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial memberikan bantuan penguatan kearifan lokal kepada dua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN Alauddin Makassar, masing-masing UKM Seni Budaya eSA dan UKM Pramuka, bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S), Prof Syahabuddin, Senin (23/11/2020) di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar.

Dalam sambutannya, Prof Syahabuddin menyampaikan bahwa amanat undang-undang nomor 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial di pasal 32 menerangkan bahwa jika terjadi konflik sosial upaya-upayanya adalah kerjasama anta pemerintah pusat dan daerah dengan mengedepankan pranata adat dan pranata sosial serta penguatan akses kearifan lokal.

Mappadendang, massempe’, massinrilik, maggambusu’, semua itu adalah kearifan lokal yang layak untuk dibanggkitkan, jika berbagai kearifan lokal itu hilang, maka muncullah sebab berbagai konflik sosial,” ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, di era revolusi industri 4.0 ini, nyaris tidak ada lagi ada’ muadda’ dan ta’lim wal muta’allim hampir-hampir hilang.

Pada idi, Pada elo, Rebba Sipatokkong, Mali Siparappe, dan Malilu Sipakainge, jika ini semua hilang konflik sosial akan terjadi dimana-mana,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis menjelaskan pentingnya kearifan lokal, karena menurutnya nilai budaya dalam kearifkan lokal itulah yang membentuk etos, dan etos itu membentuk definisi perilaku dari nilai lokal yang kita miliki.

“Bagaimana etosnya orang Bugis-Makassar? Getteng. Itu etos,” jelasnya.

Prof Hamdan berharap bantuan penguatan kearifan lokal dari Kemensos tersebut menjadi awal untuk bantuan-bantuan selanjutnya, misalnya untuk penguatan kontribusi mahasiswa yang kini tengah menjalani KKN dari kampung dan penguatan berbagai macam penelitian-penelitian berbasis kemasyarakatan.

“Perlu juga kiranya ada MoU antara kementerian sosial dan UIN Alauddin Makassar untuk program-program penguatan tri dharma perguruan tinggi yang relevan,” tutup Guru Besar Sosiologi UIN Alauddin Makassar tersebut. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Agustus 2026 19:36
Jelang Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional, 1.157 Peserta Ikuti Defile di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Sebanyak 1.157 peserta yang tergabung dalam 117 kafilah dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga mengikuti Defile Ka...
Metro24 Agustus 2026 18:33
Pemkot Makassar Sambut 1.157 Peserta MTQ VIII KORPRI Nasional Lewat Defile Kafilah
MAKASSAR, Trotoar.id — Defile kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 resmi dil...
Metro24 Agustus 2026 17:29
Jufri Rahman Soroti Tantangan AI, Minta ASN Tetap Pegang Etika dan Integritas
MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial in...
Politik24 Agustus 2026 17:00
Jelang Pemilu 2029, Gerindra, Golkar dan PDIP Sulsel Pasang Target Tinggi
MAKASSAR, Trotoar.id — Jelang Pemilu 2029, sejumlah partai politik di Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik dengan memasang target peroleh...