Da’i Muda NU Sebut Pelepasan Doa Tolak Bala di Sungai Jeneberang Itu Musyrik

Suriadi
Suriadi

Jumat, 04 Desember 2020 20:13

Da'i Muda NU.
Da'i Muda NU.

TROTOAR.ID, Makassar – Da’i muda milenial, Ustadz Azhar Tamanggong menyayangkan keikutsertaan Calon Wali Kota Makassar nomor urut 1, Danny Pomanto (DP), dalam acara pelepasan bala atau doa tolak bala di Sungai Jeneberang, Rabu (2/12) lalu. Sebagai seorang muslim, harusnya DP tahu dan paham bahwa acara tolak bala yang tidak sesuai syariat tidak dibenarkan dalam agama Islam.

Menurut dai kondang Makassar ini, kehadiran DP mengikuti acara tolak bala patut membuat warga Makassar, khususnya umat Islam berpikir ulang terkait pilihannya pada Pilwalkot Makassar 2020. Tentunya muslim di Makassar menginginkan pemimpin yang tidak hanya peduli terkait bidang keagamaan, tapi juga paham agamanya dan patut dicontoh.

“Kehadiran pak DP pada acara doa pelepasan bala di Sungai Jeneberang sangat disayangkan. Entah beliau tahu atau tidak bahwa itu tidak dibenarkan dalam Islam. Yang dilakukannya itu mendekati musyrik,” kata Azhar, Jumat malam, (4/12).

“Tolong jangan hanya karena ingin meraup suara demi Pilwalkot Makassar, tapi malah mengorbankan akidah. Ini berlaku untuk semua paslon, tolong jadilah teladan,” sambung dai muda NU ini dengan nada kecewa.

Menurutnya, apapun alasan DP mengikuti doa pelepasan bala itu tidak dibenarkan. Kalau pun mendapatkan undangan dan isi acaranya bertentangan dengan ajaran agama, maka tidak mengapa ditolak dengan baik-baik. Ia yakin pihak pengundang akan memaklumi bila mendapatkan penjelasan komprehensif.

“Entah itu alasannya agar Kota Makassar aman dan nyaman ataupun untuk memenangkan kandidat, ya tidak dibenarkan itu ritual pelepasan bala, tolak bala atau apapun namanya dilakukan dengan ritual di pinggir sungai,” ucap dia.

Dia menjelaskan acara pelepasan bala maupun tolak bala dilarang jika menyimpang dari ajaran Islam. Dalam Islam, umat hanya meminta pertolongan dan doa tolak bala hanya kepada Allah SWT. Tidak ada yang lain yang patut disembah dan dimintai pertolongan selain Allah swt bagi seorang muslim.

“Mohon maaf bila saya agak keras soal ini, tapi ini harus disuarakan agar tak ada lagi yang keliru dan terjerumus. Doa tolak bala itu ada dalam Islam, tapi caranya jelas. Ingat doa adalah bagian dari ibadah,” ujarnya.

“DP perlu mencontohkan perilaku toleransi untuk meraup dukungan tanpa harus membahayakan akidahnya.” (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah27 April 2026 13:09
Satu Dekade KTSS, Bupati Sidrap Apresiasi Kekompakan Petani Dorong Produktivitas
SIDRAP, Trotoar.id — Peringatan satu dekade Komunitas Tani Sulawesi Selatan (KTSS) berlangsung meriah di Villa H. Zulkifli Zain, Kecamatan Baranti, ...
Daerah27 April 2026 13:06
Empat Inovasi Digital Diluncurkan, UKPBJ Sidrap Percepat dan Perkuat Tata Kelola Pengadaan
SIDRAP, Trotoar.id — Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus mendorong transformasi digital dalam tata k...
Metro27 April 2026 13:03
Sidrap Peringati Hari Otda ke-30, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Wujudkan Asta Cita
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tingkat kabupaten...
Daerah27 April 2026 12:46
Bupati Luwu Tinjau Pembibitan Kakao dan Pala di Kecamatan Suli
LUWU, Trotoar.id — Bupati Luwu, Patahudding, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembibitan kakao dan pala di Desa Malela, Kecamatan Suli, pada ...