Anggota DPRD Sulsel Tanggapi Polemik Pembangunan Bumi Perkemahan di Sinjai

Suriadi
Suriadi

Minggu, 06 Desember 2020 19:19

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Muchtar Mappatoba. FOTO: Int/Lt.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Muchtar Mappatoba. FOTO: Int/Lt.

TROTOAR.ID, Makassar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Muchtar Mappatoba angkat bicara terkait polemik pembangunan Bumi Perkemahan di Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latief yang terletak di Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai.

“Saya kira justru adanya ini, maka pemeliharaan hutan lindung dan [hewan endemik] Anoa dapat ditangani dengan baik karena itu yang mau dijual kepada para wisatawan,” kata legislator dari Dapil V ini kepada Trotoar. Minggu, (6/12/2020).

Soal kerentanan longsor di wilayah tersebut, menurut Muchtar, itulah yang perlu ditangani secara baik karena ada kepentingan langsung pemerintah. 

“Ini perlu dialog yang rasional, bukan emosional. Perlu transparan dan jujur, baik pemerintah daerah maupun yang menolak,” kata Anggota Dewan Fraksi Gerindra DPRD Sulsel.

Ia memastikan tidak ada kepentingan lain yang memanfaatkan kondisi ini.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa semua sumber daya yang ada di Kabupaten Sinjai perlu dioptimalkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. 

“Kalau itu tidak dilakukan oleh pemerintah Sinjai, maka susah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat karena sumber daya kita sangat terbatas,” jelasnya.

Muchtar meminta semua pihak agar menyadari bahwasanya protes dan penolakan perlu ada kajian yang mendalam.

“Kalau kita memprotes, perlu ada kajian secara mendalam dan disampaikan secara baik kepada pemerintah daerah,” pungkasnya.

Ditanggapi oleh Jenderal Lapangan Aliansi Tahura Menggugat bahwa inilah kelemahan pemerintah karena berupaya meningkatkan ekonomi dengan cara menjual sumber daya.

“Ini konyol, bencana alam bakal menimpa kita semua jika begitu caranya. Hewan endemik yang harusnya dibiarkan hidup di habitatnya sendiri bukan untuk wisatawan,” tegasnya. (Al/Lt)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah10 Agustus 2026 17:19
Waspada Karhutla, BPBD Luwu Utara Ingatkan Pembakar Lahan Bisa Dipidana dan Didenda Besar
LUWU UTARA, Trotoar.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan d...
Metro10 Agustus 2026 16:17
Harga Telur Anjlok Peternak Rakyat Sulawesi Layangkan 7 Tuntutan
MAKASSAR, Trotoar.id — Di tengah tekanan biaya produksi dan harga telur yang dinilai belum memberikan ruang usaha yang layak, Peternak Rakyat Sulawe...
Metro10 Agustus 2026 16:12
Harga Telur Anjlok 4 Bulan, Komisi B DPRD Sulsel Janji Panggil Semua Pihak
MAKASSAR, Trotoar.id — Anjloknya harga telur ayam yang telah berlangsung selama empat bulan mendapat perhatian serius dari DPRD Sulawesi Selatan.  ...
Uncategorized10 Agustus 2026 15:07
Bukan Bakar Ban, Peternak Ayam Petelur Bagikan Ayam dan Telur di Depan DPRD Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Unjuk rasa peternak ayam petelur di depan kantor sementara DPRD Sulawesi Selatan, Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kota Makass...