Soal Kasus Penembakan Laskar FPI, DPRD Sulsel Sampaikan Aspirasi ke Gedung Sesneg

Suriadi
Suriadi

Kamis, 17 Desember 2020 17:19

Soal Kasus Penembakan Laskar FPI, DPRD Sulsel Sampaikan Aspirasi ke Gedung Sesneg

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Muzayyin Arif pemimpin langsung rombongan penyampaian aspirasi rakyat ke Gedung Sekretariat Negara (Sesneg). 

Rombongan DPRD Sulsel diterima langsung oleh deputi hubungan lembaga dan kemasyarakatan kementerian sekretariat negara Dadan Wildan menerima rombongan tim penyampaian aspirasi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada rabu 16 Desember 2020.

Pada kesempatan tersebut Politisi PKS menyampaikan beberapa hal yang menjadi aspirasi rakyat Sulawesi Selatan ke DPRD, salah satunya Kasus penembakan  yang menewaskan enam orang pengikut Habib Rizieq Shihab. 

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Air, Ditek dan Dewas Pantau Pengurasan Bak Penampungan

“Salah satu hal yang kami sampaikan ke pemerintah pusat yakni soal tewasnya enam orang pengikut HRS beberapa waktu lalu, sebab masyarakat yang berasal dari  Aliansi Umat Islam Sulawesi Selatan menuntut jawaban yang tegas dari pemerintah pusat akan penanganan kasus tersebut.,’ kata Muzayyin 

Muzayyin menjelaskan kasus kematian enam pengikut HRS yang ditembak mati Polisi perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah pusat sebab kelompok masyarakat meminta kepada negara untuk mengusut tuntas kasus yang menewaskan enam orang laskar pengawal Habib Rizieq Shihab, yang mana mereka meminta keadilan dan memproses pelaku penembakan dengan seadil-adilnya 

Baca Juga  Begini Cara NH, Hargai Keberagaman

“mereka minta negara berlaku adil dalam kasus yang menewaskan enam laskar FPI, 

dan mereka juga meminta pelindungan negara terhadap nyawa yang hilang itu tegak setegak-tegaknya,” Jelasnya 

Sementara itu anggota DPRD dari fraksi PDIP Dang Pongtasik berharap kasus laskar FPI ini diharapkan mendapat penanganan serius oleh negara dengan mengedepankan transparansi jangan sampai negara ini mendapat sanksi internasional tentang pelanggaran HAM 

Dadan Wildan, kesempatan tersebut mengatakan khusus khusus kasus penembakan Laskar FPI, presiden telah memberikan pernyataan dan menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan untuk melindungi masyarakat. 

Baca Juga  Tekan Inflasi, Danny Poamnto Ajak BI Sukseskan Longwis

“Soal kasus FPI bapak presiden telah menyampaikan pernyataan resmi dan meminta hukum harus ditegakkan dan saat ini proses sedang berjalan, kita belum tau hasilnya. karena masing-masing pihak mempunyai versi sendiri. Dan sekarang kita masih menunggu dari Komnas Ham yang dianggap independen, karena sekarang prosesnya telah berjalan di Komnas HAM. , “ Jelasnya 

Lanjut Wildan, jika Presiden juga meminta penyelidikan kasus tersebut dilakukan dengan seadil-adilnya, dan aspirasi yang kami terima dari berbagai elemen menjadi bahan untuk disampaikan ke instansi terkait dalam hal ini Menkopolhukam dan kepolisian, serta kejaksaan. (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 November 2026 22:26
Ribuan Massa Padati Harlah ke-15 NasDem di Sidrap, 212 Kader Penggerak Resmi Dilantik
SIDRAP, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan menjadi momentum konsolidasi kekuatan politik partai hin...
Metro06 November 2026 21:02
IPM Sulsel 2026 Tembus 76,66, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pemban...
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...