TROTOAR.ID, Makassar – Tim Densus 88 anti teror mengamankan 20 orang terduga jaringan kelompok teroris di lima lokasi berbeda di Sulawesi Selatan, pada Rabu 6 Januari 2021.
Terduga jaringan teroris tersebut ditangkap di lima lokasi yakni Perumahan Villa Mutiara Cluster Biru, Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Sudiang Raya, Kecamatan Tallo, Makassar, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, dan Desa Taulo, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.
Dua diantaranya tewas tertembak karena diduga lakukan perlawan terhadap petugas dan satu orang lainnya masih menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat luka tembak.
Baca Juga :
Dalam penggerebekan ini tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama tim Gegana Polda Sulsel berhasil mengamankan beberapa barang bukti, seperti satu rakitan bom, senjata api sebanyak 6 pucuk, senjata tajam seperti parang, badik, pedang dan samurai serta busur, dan beberapa buku yang mengandung ajaran jihad.
“Dilakukan penangkapan 18 orang di lokasi berbeda, di 5 titik lokasi penangkapan,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam saat merilis merilis hasil penangkapan di Mapolda Sulsel bersama Densus 88, Kamis (7/1/2021).
Terduga teroris tersebut merupakan jaringan JAD bersama dengan ratusan jamaah lainnya yang menyatakan baiat kepada khalifah atau ISIS pada 2015 silam di Pondok Pesantren (Ponpes) Arridho pimpinan Ustadz Basri yang telah meninggal dunia di Nusa Kambangan dalam kasus teror.
Selain itu, pada 2016 bersama keluarga hijrah bergabung dengan organisasi ISIS di Suriah, namun dapat dibatalkan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. (Al/Lt)




Komentar