TROTOAR.ID, Jakarta – Sempat viral, beredar informasi bahwa vaksin covid-19 produksi Sinovac China memiliki efek samping yakni dapat menambah besar ukuran alat kelaim pria. Hal itu dibantah oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Informasi itu hoaks,” kata Juru bicara vaksinasi Covid-19 BPOM Lucia Rizka Andalusia dikutip dari laman Covid-19, Sabtu (9/1).
Menurut Lucia Rizka Andalusia, jurnal yang disebutkan diklaim adalah studi yang telah diedit judulnya.

Baca Juga :
Studi asli yang diterbitkan pada ‘The New England Journal of Medicine’ berjudul ‘Phase 1-2 Trial of a SARS-CoV-2 Recombinant Spike Protein Nanoparticle Vaccine’ telah diedit menjadi ‘SARS-CoV-2 Recombinant COVID-19 Vaccine has shown to increase penis length by 3 inches in some individuals’.
“Mari kita bersiap mendukung program vaksinasi COVID-19 saat vaksin sudah siap,” tandasnya. (Al/lt)




Komentar