Panglima TNI: Sinyal yang Dikeluarkan Kotak Hitam Sriwijaya Dideteksi, Kini Sudah Terpantau

Awal Febri
Awal Febri

Minggu, 10 Januari 2021 17:25

TNI AL mencari kotak hitam pesawat sriwijaya air yang jatuh di perairan  Kepulauan Seribu.
TNI AL mencari kotak hitam pesawat sriwijaya air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

TROTOAR.ID, Jakarta – Dalam konferensi pers di atas KRI John Lie 358, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan tim pencari menemukan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182, seperti bagian ban, badan pesawat juga life vest penumpang.

Ia juga menyebut bahwa kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya Air dipastikan jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu dimana titik para penyelam melakukan pencarian.

“Saat ini terus berupaya untuk mendapatkan black box yang posisinya sudah diduga kuat adalah posisi black box yang kita cari. Terbukti 2 sinyal yang dikeluarkan oleh black box terus bisa dipantau,” kata Hadi Tjahjanto di JICT, Jakarta, Minggu (10/1).

Saat ini, tim sudah menandai lokasi sinyal black box yang sudah terdeteksi itu. Sehingga pencarian ke depan lebih mudah dan lebih cepat. Serta dapat diketahui penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

“Sekarang sudah kita beri marking mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama black box kita angkat sehingga sebagai bahan KNKT untuk menelusuri penyebab terjadinya kecelakaan,” tambah dia.

Bagian tubuh korban juga terus ditemukan oleh tim penyelam.

“Ditemukan pecahan karena terbukti ada live vest, juga warna bagian pesawat, juga bagian dari ada registrasinya, ditemukan dari kedalaman 23 meter,” jelas Hadi pada Minggu (10/1).

Ia melanjutkan penyelam juga melaporkan visibility (jarak pandang) di bawah air cukup jelas, sehingga memudahkan pencarian.

Ia berharap hingga sore ini bisa ditemukan bagian lain dari pesawat dan korban sehingga bisa dilakukan pengangkatan.

“Mudah-mudahan bisa diangkat kalau tidak ada perubahan arus. Untuk kondisi sekarang, arus bagus, jarak pandang juga bagus,” imbuhnya.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dipastikan jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1). Sebelumnya pesawat hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.

Pesawat sejatinya terbang dari Jakarta menuju Pontianak dan seharusnya tiba di Bandara Supadio pada pukul 15.15 WIB.

Pesawat membawa 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru. Penumpang terdiri dari 43 orang dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi.

Sementara dilakukan pencarian, baik di Jakarta maupun Kalimantan Barat dilakukan proses pengambilan sampel DNA dari keluarga penumpang.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan sebagian besar penumpang pesawat adalah warga Kalbar.

“Kalau saya lihat sebagian besar warga Kalbar. Sudah sekitar 40-an keluarga (yang diambil sampel DNA). Kalau sudah ada saudara di Jakarta diambil sampelnya, di sini tidak diambil,” ujar Sutarmidji di Bandara Supadio. (r)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik31 Juli 2026 23:51
Bawaslu Sulsel Gandeng Lima Organisasi Disabilitas, Perkuat Komitmen Wujudkan Pemilu Inklusif Tanpa Diskriminasi
MAKASSAR, Trotoar.id  – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat komitmennya mewujudkan pemilu yang inklusif da...
Metro31 Juli 2026 21:16
Ketua TP PKK Makassar Pimpin Senam Jantung Sehat, Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Aktif
MAKASSAR, Trotoar.id – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, memimpin kegiatan Senam Jantung Sehat yang digelar Pokja IV...
Metro31 Juli 2026 21:13
Jelang Aturan Baru 1 Agustus, TP PKK Makassar Door to Door Edukasi Warga Pilah Sampah dari Rumah
MAKASSAR, Trotoar.id – Menjelang pemberlakuan kebijakan baru pengelolaan sampah mulai 1 Agustus 2026, Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar bersama D...
Uncategorized31 Juli 2026 20:37
Munafri Kukuhkan FKLA Sulsel, Tegaskan Kerukunan Antarumat Beragama Jadi Fondasi Kemajuan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id  – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan modal utama dalam menjaga st...