TROTOAR.ID, MAMUJU — Gempa Bumi yang terjadi di di Kabupaten majene dan Kota Mamuju Sulawesi Barat mengakibatkan sejumlah bangnan ambruk dan beberapa hingga mengakibatkan sejumlah koran jiwa
Hingga saat ini tercatat ada 16 korban meninggal dunia akibat guncangan gempa sebanyak dua kali dengan kekuatan 5,9 magnitudo dan 62 magnitudo, bahkan gedung utama Kantor Gubernur Sulbar ikut ambruk akibat guncangan dahsyat gempa yang terjadi kamis 14 Januari 2021.
Guncangan Dahsyat Gempa yang terjadi di Sulawesi Barat akan berdampak terjadinya longsor di dasar laut sehingga diminta kepada seluruh warga untuk menjauhi bibir pantai dan tidak berada di lokasi radius 300 meter dari bibir pantai, \
Baca Juga :
“Pusat gempa berada di dasar laut dengan kedalaman 10 KM, bahkan batuan yang diguncang 28 kali, sudah rapuh ini memungkinkan terjadinya longsor di dasar laut sehingga berpotensi menimbulkan gelombang tsunami apabila gempa suusulan masih terus terjadi dengan kekuatan yang sama,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita dalam jumpa pers, Jumat (15/1/2021).
Berdasarkan data, diprediksi jika gempa susulan dimungkinkan untuk kembali terjadi dan gempa susulan yang cukup kuat seperti dini hari tadi atau sedikit lebih tinggi lagi, masih dimungkinkan
Dijelaskan jika Episenter gempa di Sulawesi Barat terjadi pada koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km arah Timur Laut Majene, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km.
Episenter hari ini sangat berdekatan dengan sumber gempa yang memicu tsunami dengan ketinggian 4 meter di Pelattoang dan 1,5 meter di Parasanga dan Palili pada 23 Februari 1969 silam dengan kekuatan M6,9 pada kedalaman 13 km. (***)




Komentar