KPK Sebut NA Terima Dana Fee Sejak Akhir 2020

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 01 Maret 2021 19:10

Nurdin Abdullah memakai rompi orange di kawal oleh tim KPK, Sabtu (27/2).
Nurdin Abdullah memakai rompi orange di kawal oleh tim KPK, Sabtu (27/2).

TROTOA.ID, MAKASSAR — Wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nuru Gufron menyebutkan, nila Nurdin Abdullah telah menerima fee proyek sejak akhir tahun 2020, yang nilainya miliaran rupiah. 

Bahkan KPK Menduga ada aliran dana fee proyek yang diduga diterima saudara Nurdin Abdullah, ini diungkapkan menjawab pernyataan nurdin Abdullah yang mengaku dirinya tidak tahu menahu soal fee proyek tersebut. 

Kita punya data dan bukti yang bisa menjawab pernyataan Nurdin Abdullah, Bahkan kami tahu di akhir 2020, dia menerima bantuan sebesar Rp2,5 miliar dan beberapa sumber dna lai yang mengalir ke saudara NA,”Katanya 

Baca Juga  JK Harap TNI Polri lakukan Operasi Besar-Besaran di Papua

Nurul Ghufron mengatakan jika data yang dikumpul bukan saja saat dilakukan operasi tangkap tangan, akan tetapi jauh-jauh hari sebelumnya aliran dana yang diterimanya sudah kami dapatkan.

Meski Nurul menyebutkan jika Sulawesi Selatan merupakan provinsi yang baik dari segi pencegahan korupsi. Bahkan, dia beberapa kali ke Sulsel untuk hadir dalam program pencegahan. 

“Memang Sulsel menjadi provinsi yang memiliki program pencegahan korupsi yang baik. Tetapi semua itu kadang hanya formal bagus, tapi di balik itu ada itikad yang disembunyikan,” ujarnya kutip kompas.tv

Baca Juga  Ya Dende....KPK Mulai Bidik Penikmat Aliran Dana Korupsi E KTP

Sebelumnya, Nurdin Abdullah usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK mengaku tidak mengetahui sama sekali kegiatan transaksi yang dilakukan Edy Rahmat atas dugaan kasus suap proyek pembangunan dan infrastruktur di Sulawesi Selatan.

“Karena memang kemarin itu saya gak tahu apa-apa. Ternyata Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya. Saya tidak tahu, demi Allah, demi Allah,” kata Nurdin Abdullah kepada wartawan saat ke luar dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021).

Baca Juga  Laporkan Tindak Pidana Korupsi dan Suap, Pemerintah Beri Imbalan Uang Rp200 Juta

Dimana Edy Rahmat merupakan mantan Kadis PU Kabupaten Bantaeng yang membantu Nurdin Abdullah saat menjabat sebagai bupati bantaeng,  dan setelah NA terpilih sebagai Gubernur, Edy Rahmat ditarik ke Provinsi dan menduduki jabatan sebagai sekretaris  Dinas Pekerjaan Umum dan tata Ruang Sulsel yang memiliki berhubungan dekat dengan Agung Sucipto, pengusaha konstruksi dan resort yang juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK 

Penulis : ***

 Komentar

Berita Terbaru
Metro27 Oktober 2026 18:30
Pimpin PSSI Sulsel 2026–2030, Appi Bidik Pembenahan Sepak Bola dan Prestasi Nasional
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Munafri Arifuddin resmi menakhodai Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Sel...
Metro27 Oktober 2026 17:25
Makassar Jadi Tuan Rumah KMI 2026, Appi Dorong Musik Jadi Mesin Ekonomi Baru
12 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Kota Makassar mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesi...
Metro27 Oktober 2026 16:18
Makassar BERJASA Raih Penghargaan Nasional, Appi-Aliyah Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya Pemerintah Kota Makassar memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagake...
Metro27 Oktober 2026 14:43
Sulsel Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, Transportasi Publik Jadi Sorotan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali meraih apresiasi di tingkat nasional...