Pemda Bululumba

Belajar dari Malang, TP PKK Bulukumba Perkuat Strategi Turunkan Stunting dan Bangun Kolaborasi Antar Daerah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 03 Agustus 2026 16:35

Belajar dari Malang, TP PKK Bulukumba Perkuat Strategi Turunkan Stunting dan Bangun Kolaborasi Antar Daerah

Malang, Trotoar.id – Upaya menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan keluarga tidak mengenal batas wilayah.

Semangat itulah yang membawa Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba melakukan kunjungan kerja dan studi tiru ke Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (3/8/2026).

Pertemuan dua daerah ini menjadi ruang berbagi pengalaman, menyatukan gagasan, sekaligus membangun kolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rombongan yang dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, disambut langsung Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Anis Zaidah Sanusi, di Desa Bunutwetan, Kecamatan Pakis.

Pertemuan berlangsung hangat dengan semangat saling belajar mengenai berbagai program unggulan, mulai dari penanganan stunting, ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan peran perempuan dalam pembangunan.

Dalam sambutannya, Andi Herfida menegaskan bahwa studi tiru bukan sekadar agenda kunjungan, melainkan kesempatan untuk menyerap berbagai inovasi yang telah terbukti berhasil diterapkan di daerah lain. Menurutnya, setiap daerah memiliki keunggulan yang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.

“Kami datang ke sini tentu untuk melihat dan mempelajari berbagai inovasi yang telah dilakukan Kabupaten Malang. Pasti ada yang akan kami tiru dari Kabupaten Malang, tetapi tidak menutup kemungkinan ada juga yang kami bawa yang bisa menjadi inspirasi bagi Kabupaten Malang,” ujarnya.

Ia berharap hubungan kedua daerah tidak berhenti pada kunjungan tersebut. Andi Herfida mengundang TP PKK Kabupaten Malang untuk melakukan kunjungan balasan ke Bulukumba agar kolaborasi yang terjalin dapat terus berkembang melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik.

Bagi Andi Herfida, keberhasilan program PKK tidak mungkin dicapai tanpa kerja sama yang kuat.

Ia menegaskan bahwa sinergi dengan organisasi perangkat daerah menjadi kunci dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga, kesehatan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu pengalaman yang dibagikan dalam forum itu adalah keberhasilan Kabupaten Bulukumba menurunkan prevalensi stunting sebesar 8,5 persen dalam dua tahun terakhir.

Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi TP PKK bersama Dinas Kesehatan, Dinas PPKBPPPA, serta berbagai pemangku kepentingan yang secara konsisten menjalankan program intervensi gizi.

Keberhasilan itu diperkuat melalui keberadaan 131 Rumah Gizi yang aktif memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Menurut Andi Herfida, anak-anak penerima manfaat diwajibkan datang langsung ke Rumah Gizi sehingga kader PKK dapat memastikan makanan bergizi benar-benar dikonsumsi oleh sasaran.

Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar mengantarkan makanan ke rumah.

Selain berbagi pengalaman mengenai kesehatan masyarakat, Andi Herfida turut memperkenalkan potensi Kabupaten Bulukumba kepada tuan rumah.

Ia memaparkan kekayaan wisata bahari seperti Pantai Tanjung Bira, keindahan Pulau Liukang Loe, budaya masyarakat adat Kajang, hingga produk unggulan Tenun Bira dan Tenun Kajang yang terus dikembangkan bersama Dekranasda.

Ia juga mengenalkan inovasi GEMOI (Gerakan Menanam Lombok Nikmati Hasilnya) sebagai gerakan memanfaatkan pekarangan rumah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Anis Zaidah Sanusi, menyambut baik kunjungan tersebut dan memperkenalkan sejumlah program unggulan daerahnya, mulai dari Kebun B2SA, Kebun Gizi, Kebun Asmantosur Lestari, digitalisasi administrasi melalui E-PKK, hingga pemberdayaan UMKM melalui Dekranasda dan program GELARI PELANGI.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi awal terbentuknya kolaborasi yang lebih luas antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Bulukumba dalam pengembangan ekonomi kreatif, inovasi pangan, percepatan penurunan stunting, hingga pariwisata berbasis masyarakat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan berbagai program unggulan Desa Bunutwetan, yang diharapkan menjadi inspirasi bagi kedua daerah dalam memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak pembangunan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Ant

 Komentar

Berita Terbaru
Uncategorized03 Agustus 2026 17:08
Sufmi Dasco Dijadwalkan Buka Rakorda Gerindra Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan akan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pada 4 Agustus ...
Metro03 Agustus 2026 16:13
Munafri Turun Langsung Taklukkan 10K, SMAnSA Run 2026 Kian Kukuhkan Makassar sebagai Kota Sport Tourism
MAKASSAR, Trotoar.id – Ribuan pelari memadati Jalan Jenderal Sudirman sejak fajar menyingsing, Minggu (2/8/2026). Di tengah semangat para peserta, W...
Metro02 Agustus 2026 22:04
Jelajah Sampah Tiba di Ujung Pandang, Melinda Aksa Munafri Perkuat Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah
Trotoar.id, Makassar – Upaya Pemerintah Kota Makassar mengubah wajah pengelolaan sampah terus bergerak dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Mem...
Metro02 Agustus 2026 18:54
Salam Indonesia Warnai Muktamar V Wahdah Islamiyah, Wakil Wali Kota Makassar Salurkan Bantuan Pangan untuk Guru Mengaji
MAKASSAR, Trotoar.id – Kepedulian terhadap para guru mengaji menjadi salah satu pesan utama dalam rangkaian Muktamar V Wahdah Islamiyah. Melalui keg...