Danny Tak Restui Twin Tower: Rakyat Kecil Digusur, Kok yang Besar Tidak?

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 02 Maret 2021 16:47

Walikota Makassar Danny Pomanto, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Makassar, Selasa (2/3). | Al/trotoar.id
Walikota Makassar Danny Pomanto, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Makassar, Selasa (2/3). | Al/trotoar.id

TROTOAR.id—Pembangunam menara kembar Twin Tower di pusat Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat sinyal buruk dari Walikota Makassar Danny Pomanto.

Gedung ikonik tersebut menelan anggaran sebesar Rp1,9 triliun dengan kontrak rancang bangun menggunakan skema turnkey dan rencananya akan dikerjakan dalam waktu 532 hari kalender serta waktu pemeliharaan selama 360 hari kalender. 

Pemprov tampilkan Design Gedung Kembar Twin Tower di kawasan CPI Sulsel

Groundbreaking Twin Tower Makassar ini berlangsung pada Sabtu, 7 November 2020 lalu oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, ketika itu belum ditangkap KPK.

Tapi baru-baru ini, Danny Pomanto menegaskan akan menegur pihak konstruksi menara kembar karena dinilai melanggar zona Ruang Terbuka Hijau atau RTH.

“Kami sudah putuskan untuk menegur pihak konstruksi menara kembar karena dibangun di atas (Ruang Terbuka Hijau,” kata Danny kepada trotoar.id, Selasa (2/3/2021).

Ia menegaskan tidak ada urusan dengan rencana besar orang-orang yang menggagas menara Twin Tower.

“Kami tidak ada urusan dengan politik, tidak ada urusan dengan rencana besar [soal menara kembar],” tegasnya.

Menurutnya, Pemkot Makassar berurusan dengan rakyat dan peraturan. Bahkan kata dia, rakyat kecil kerap kali digusur dengan alasan tidak ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB), lantas bangun besar dibiarkan.

“Kami urusannya dengan penegakan Undang-Undang. Tidak enak kalau rakyat kecil tidak ada IMB-nya digusur. Masa gedung besar [Twin Tower] kita tidak punya sikap soal itu,” tegas Danny kepada trotoar.id.

Penulis : Lt/Tim

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah28 Agustus 2026 15:21
Kemarau Tak Putuskan Panen, Listrik Masuk Sawah Bantu Petani Kadidi
SIDRAP, Trotoar.id — Kemarau biasanya menjadi momok bagi petani. Debit air menyusut, lahan mulai mengering, dan musim panen terancam mundur. Namun, ...
Daerah28 Agustus 2026 15:08
Dari Sidrap untuk Indonesia, Kerja Sama Antardaerah Jadi Kunci Jaga Pasokan Nasional
TANGERANG, Trotoar.id — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah...
Daerah28 Agustus 2026 15:04
Barru Perkuat Strategi Pertahankan UHC, Data Peserta JKN Jadi Fokus Evaluasi
PAREPARE, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru memperkuat strategi mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) melalui evaluasi kepese...
Politik28 Agustus 2026 14:59
Gerbong Politik Kepala Daerah Sulsel Bergerak, Isu Hijrah ke Gerindra Menguat
MAKASSAR, Trotoar.id — Peta politik Sulawesi Selatan mulai bergerak. Sejumlah kepala daerah yang sebelumnya maju pada Pilkada 2024 dengan dukungan p...