Kadin minta KPK Berikan Hadiah kepada Pelapor Kasus Korupsi

Awal Febri
Awal Febri

Rabu, 17 Maret 2021 21:38

Muhammad Rizaldy Nasri, mewakili Kamar Dagang Indonesia (Kadin), (Dokpri).
Muhammad Rizaldy Nasri, mewakili Kamar Dagang Indonesia (Kadin), (Dokpri).

TROTOAR.id—Kamar Dagang Indonesia (Kadin) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensosialisasikan reward atau hadiah kepada lembaga atau orang yang melaporkan Tindak Pidana Korupsi dengan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal itu diungkap Muhammad Rizaldy Nasri, saat mewakili Kadin dalam kegiatan Koordinasi Pencegahan Korupsi yang dilaksanakan KPK di Ruang Pola Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (17/3) siang.

Berdasarkan PP No.43 tahun 2018, Pemerintah menyediakan Hadiah kepada Pelapor Korupsi hingga Rp200 juta. Menurut Rizaldy, ini merangsang lembaga anti korupsi dan pihak terkait untuk serius mengawal pelanggaran hukum ini.

Baca Juga  KPK Melakukan Pencegahan Korupsi di Sulsel, Bupati ASA: Alhamdulilah

“Sosialiasi ini penting karena akan membangkitkan semangat berbagai pihak untuk ikut serta dalam pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Peranan pemerintah dalam pencegahan korupsi dan bersih-bersih ‘aparat kotor’ di lembaganya juga penting, pemberian reward atau hadiah juga sebaiknya diterapkan oleh Pemerintah Daerah.

Kata dia, tentu akan menunjang dan membantu pemerintah sendiri untuk berbenah sesuai komitmennya membentuk pemerintahan yang bersih.

Baca Juga  KPU RI Tetapkan Jumlah DPTHP Pemilu 2019 Ini Dia Jumlahnua

“Dalam Sosialisasi tadi KPK juga mendukung pemberian reward oleh Pemda untuk setiap laporan laporan korupsi yang bisa dibuktikan, KPK siap membantu untuk juknis dan pengarahan jika Pemkot mau menghadirkan peraturan ini di Makassar. Saya kira ini perlu kita dukung penuh dan support karena baik untuk menciptakan Program Good Government,”

tambah Rizaldy.

Lebih jauh Rizaldy menerangkan bahwa ada banyak lembaga investigasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memiliki data-data akurat terkait pelanggaran korupsi.

Baca Juga  Jokowi Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Serentak dari 17 Pintu ke 61 Negara, Mentan SYL: Nilainya Capai Rp7,29 T

Menurutnya, dengan adanya reward yang menjanjikan dan sesuai aturan ini tentu akan menjadi penyemangat bagi mereka, karena untuk investigasinya mereka tentu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. 

“Memang ada oknum oknum LSM atau perseorangan yang memiliki data akurat tentang pelanggaran Korupsi itu namun hanya dijadikan Bargaining untuk kepentingan pribadi, namun dengan adanya reward saya kira ini juga meminimalisir upaya upaya tersebut,” terangnya.***

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro27 Oktober 2026 14:43
Sulsel Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, Transportasi Publik Jadi Sorotan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali meraih apresiasi di tingkat nasional...
Metro27 Oktober 2026 13:38
Revitalisasi Benteng Somba Opu Dimulai, Gubernur Sulsel Dukung Status Cagar Budaya Nasional
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO GOWA, Trotoar.id — Upaya menghidupkan kembali kejayaan sejarah Kerajaan Gowa memasuki babak baru. Guber...
Metro27 Oktober 2026 12:34
Gubernur Sulsel Dorong Deteksi Dini Kusta, Skrining Andalan Sehati Sasar 10.357 Peserta
6 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memperkuat upaya pencegahan d...
Parlemen27 Oktober 2026 00:51
Pansus DPRD Sulsel Sepakat Tak Naikkan Tarif PKB dan BBNKB, Konsultasikan Perubahan Perda ke Kemendagri
4 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang membahas perubahan Pe...