Syahrul Yasin Limpo: Sarang Burung Walet dan Tanaman Porang Adalah Komunitas Masa Depan Indonesia

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 04 Mei 2021 23:48

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

TROTOAR.id – Mentan Syahrul Yasin Limpo memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi membahas pengembangan budidaya sarang burung walet dan tanaman porang, Rabu (04/05/2021), di Jakarta.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa sarang burung walet dan tanaman porang merupakan komoditas andalan dan komoditas masa depan Indonesia.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengupayakan produksi yang maksimal dari komoditas tersebut.

Kementerian Pertanian (Kementan) juga akan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian serta Kementerian Perdagangan untuk hilirisasi serta pemasaran komoditas yang diminati dunia tersebut.

Baca Juga  Istrinya Positif Corona, Gubernur Sulsel tidak jadi disuntik vaksin

Hal tersebut disampaikan Mentan saat memberikan keterangan pers bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membahas pengembangan budidaya sarang burung walet dan tanaman porang, Rabu (04/05/2021), di Jakarta.

“Kementan akan menjaga itu, akan mencoba berproses lebih maksimal dibudidayanya sampai dengan produktivitas, yang kemudian tentu produktivitas itu berakhir dan di hilirisasi dengan bagaimana melakukan proses-proses pengolahan lanjutan yang bersama Menteri Perindustrian, dan kemudian marketplace atau pengaturan-pengaturan tentang perdagangannya, termasuk ekspornya akan bersama-sama dengan Menteri Perdagangan,” ujarnya.

Baca Juga  AHY Sebut Pilpres Cuma Untungkan PDIP dan Gerindra, Kader PD Tetap Semangat

Diungkapkan Mentan, Indonesia memiliki banyak tempat yang sangat berpotensi untuk budidaya tanaman porang dan sarang burung walet.

“Oleh karena itu, kita akan segera mengembangkan dan sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden, mengakselerasi lebih kuat dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Lebih rinci, Syahrul menyampaikan, pihaknya akan mengasistensi atau melakukan pembinaan teknis kepada para petani tanaman porang dan sarang burung walet.

Juga akan melakukan pengelompokan atau pengklasteran daerah dan pengelompokan produsen.

“Kalau burung walet tentu itu berkaitan dengan rumah walet, kemudian processing awal walet, dan rumah processing akhir untuk sampai pada proses-proses industrinya,” ujarnya.

Baca Juga  Rektor UNM Lantik Nurdin Halid Pimpin IKA

Dalam keterangan persnya, Mentan menyampaikan bahwa Presiden Jokowi memerintahkan agar upaya untuk meningkatkan produksi dua komoditas ini berpihak kepada rakyat.

Segala regulasi yang akan dibuat tidak boleh justru menghambat para petani dan industri dalam negeri.

“Saya selaku Mentan akan bersama-sama dengan Mendag sepenuhnya untuk mencoba melakukan upaya-upaya maksimal, memberikan ruang bagi petani porang dan tentu petani rumah burung walet agar besok kita mendapatkan nilai-nilai ekspor yang lebih banyak bagi kepentingan negeri dan kepentingan rakyat,” pungkasnya. (Alam/Tr)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...