
TROTOAR.id, Makassar – Proyek kereta api trans Makassar-Parepare di Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, terus digenjot oleh Pemerintah. Meski pada prosesnya kerap mengalami berbagai hambatan.
Seperti yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Sulsel bahwa pihaknya tak ingin ada masalah lagi dengan proyek tersebut
“Kita tidak ingin ada masalah lagi dengan proyek Kereta Api, kita sudah disinggung, oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kantor Staf Presiden (KSP),” kata Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS)di Ruang Pola Gubernur Sulsel, Kamis, 20 Mei 2021.

Sudirman juga mendesak agar pembangunan konstruksi dapat dipercepat dengan menyelesaikan semua masalah yang muncul, salah satunya pembebasan lahan.
Informasi terakhir pada bulan April 2021, progres pembebasan lahan proyek itu sudah mencapai 93 persen untuk di Pangkep. Sedangkan di Kabupaten Maros menghampiri 70 persen.
Perlintasan kereta api Makassar-Parepare ini terdiri dari dua jalur yakni, Tanete Rilau-Palanro sepanjang 42,8 kilometer dan Mandai-Mandalle membentang 102,4 kilometer.
Selain itu, proyek ini sempat terhambat pandemi covid-19, namun kini proyek tersebut kembali dilakukan dan ditargetkan rampung Maret 2022.

Proyek KA Trans Makassar-Parepare ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang didanai pemerintah pusat sekitar Rp9 triliun, sedang pembebasan lahannya ditanggung Pemprov Sulsel dengan penyediaan dana awal sekitar Rp30 miliar pada masa kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo. (Alam)


Komentar