Komnas HAM Minta Firli B CS Kooperatif

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Rabu, 02 Juni 2021 19:33

Komnas HAM Minta Firli B CS Kooperatif

Trotoar.id — Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) menjadwalkan akan memeriksa Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait polemik adanya Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang membuat 75 pegawai KPK tak lolos, di mana 51 di antaranya dipecat.

Hingga Komnas HAM meminta kepada Firli CS untuk kooperatif dan menjelaskan persoalan tentang soal TWK yang di keluhkan sejumlah pegawai KPK ke Komnas HAM

“Semua pihak yang dipanggil dimintai klarifikasi diharapkan bisa kooperatif dan kemudian bisa jadi ruang untuk klarifikasi, perihal polemik yang terjadi,” kata Beka ditemui di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021).

Baca Juga  Ketua dan Anggota DPRD Sulsel Hadiri Perayaan Hut Bulukumba

Dai menjelaskan jika Komnas HAM menjadwalkan pekan depan klarifikasi terhadap komisioner KPK , dan pemeriksaan terhadap pimpinan KPK termasuk Firli untuk memperjelas polemik terkait TWK.

“Kita semua berharap pimpinan KPK bisa menjelaskan secara mendalam, untuk menjernihkan semua persoalan terkait dengan TWK,” ungkapnya.

Lanjut Beka, pada tahap pemeriksaan terhadap Firli Cs, Komnas HAM melakukan konfirmasi hingga melakukan klarifikasi terhadap semua pihak yang terkait dengan TWK.

“Karenanya kami berharap betul, bahwa siapa pun yang kami undang untuk memberikan keterangan bisa hadir. Tapi tentu saja kami menghormati kalau ada pihak-pihak yang tentu saja berpandangan lain terhadap panggilan komnas HAM,” tandasnya dikutip Suara.com

Baca Juga  Pemprov Sulsel Pasang Plang Atas Penguasaan Lahan Di Barombong, Plt Gub: Atas Pendampingan Korgah KPK

Sebelumnya, Komnas HAM eah mengambil keterangan enam orang terkait penyelidikan 75 pegawai yang tidak lolos TWK dalam rangka peralihan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (31/5/2021) hari ini. 

Tiga dari enam orang yang dimintai klarifikasi merupakan pihak dari Wadah Pegawai (WP) KPK. 

“Hari ini memang kami memperdalam soal karakteristik pola kerja, hubungan-hubungan kerja, termasuk di dalamnya jika itu semua berhubungan dengan Tes Wawasan Kebangsaan ini,” kata Anam.

Dalam konteks pemeriksaan hari ini, Komnas HAM ingin menelisik lebih jauh mengenai wadah kepegawaian yang ada di lembaga antirasuah tersebut. 

Baca Juga  Kepala Cabang BPD Sulselbar Sinjai Angkat Bicara

Pasalnya, jika berbicara pelanggaran hak asasi manusia, konteks berserikat atau berorganisasi sangat berpartisipasi penting dalam menggerakan roda sebuah lembaga.

“Salah satu isu yang paling penting dalam konteks hak asasi manusia itu juga soal union, berserikat berorganisasi karena berserikat dan berorganisasi itu salah satu yang memungkinkan kita untuk partisipasi, memungkinkan kita untuk menjaga, apakah rumah kita ini jalannya baik, jalannya tidak baik ada bocor dan lain sebagainya itu salah satunya adalah berserikat dan berorganisasi itu,” jelasnya.

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Oktober 2026 21:57
Fatmawati Rusdi: Sulsel Siap Jadi Simpul Produksi dan Distribusi Pangan Sulampua
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi sekali...
Metro24 Oktober 2026 17:52
Sulsel Fest 2026 Hadirkan 60 UMKM, Sediakan 40 Stan Gratis
12 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Festival Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan 2026 (Sulsel Fest) menghadirkan pel...
Metro24 Oktober 2026 16:46
Aliyah Mustika Ilham Resmikan Identitas Baru MOMTOMOMS, Dorong Perempuan Saling Menguatkan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengapresiasi peran komunitas pe...
Metro24 Oktober 2026 13:49
Pj Sekda Sulsel Buka Musda III Permabudhi, Perkuat Kerukunan dan Kepedulian Lingkungan
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, m...