Presiden Jokowi Minta Sekolah Tatap Muka Digelar Terbatas Mulai Juli 2021

Suriadi
Suriadi

Senin, 07 Juni 2021 15:26

Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi.

TROTOAR.id—Pemerintah akan membuka kembali sekolah tatap muka. Akan tetapi dilakukan secara terbatas. Sesuai perintah Presiden Jokowi bahwa murid yang hadir dalam kelas hanya 25 persen.

Penyampaian presiden itu diteruskan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa sekolah tatap muka ini agar dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Bapak Presiden tadi mengarahkan pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstrahati-hati, tatap mukanya dilakukan tatap muka terbatas. Terbatasnya itu apa, pertama hanya boleh maksimal 25 persen dari murid yang hadir, tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh melakukan maksimal tatap muka. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam,” ujar Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers virtual, Senin (7/6/2021).

Baca Juga  Komjen Boy Rafli Amar Disebut-sebut Sebagai Bakal Calon Terkuat Menggantikan Kapolri Idham Azis

Budi mengatakan, meski sudah ada aturan terkait sekolah tatap muka terbatas di bulan depan, izin anak ke sekolah tetap di tangan orang tua. Dia juga mengatakan guru harus divaksinasi lebih dulu sebelum sekolah tatap muka dimulai.

Baca Juga  Bom Meledak di Depan Gereja Katedral, Jokowi Geram! Kapolri dan Panglima TNI Terbang ke Makassar

“Jadi mohon bantuan juga kepala daerah karena vaksinnya kita kirim ke kepala daerah prioritaskan guru dan lansia, terutama guru-guru ini harus sudah di vaksin sebelum tatap muka terbatas yang tadi kami sampaikan dilaksanakan,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah pusat menargetkan pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dimulai pada Juli 2021. Belajar tatap muka terbatas bakal dimulai setelah guru dan tenaga kependidikan disuntik vaksin Corona (COVID-19).

Menko PMK Muhadjir Effendy kesuksesan pembelajaran tatap muka tergantung komitmen dari tingkat daerah hingga pusat. Dia meminta pemerintah daerah melakukan sosialisasi terhadap keputusan pembelajaran tatap muka bersama yang dirancang Kemendikbud hingga Kementerian Agama.

Baca Juga  Master Why Crypto Trading Is usually an Exciting Way to Generate income

Mendikbud Nadiem Makarim juga menegaskan pembelajaran tatap muka bakal dilakukan setelah vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan tuntas. Dia mengatakan pembelajaran tatap muka bakal dimulai dari PAUD dan SD lalu bertahap hingga pendidikan tinggi.

“Paling muda paling sulit PJJ. Mereka juga punya potensi ketinggalan paling besar,” ujarnya.

(Al/tr)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro06 November 2026 13:51
Dukcapil Makassar Tembus Tiga Pulau Terluar, Petugas Rela Bermalam Demi Layani Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Jarak geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pemerintah. Prinsip itulah yang ki...
Metro06 November 2026 13:45
Sambut HUT ke-419 Makassar, Dinas PU Libatkan 15 Kecamatan dalam Lomba Kebersihan Drainase dan Penataan Lorong
MAKASSAR, Trotoar.id — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar, Pemerintah Kota Makassar mulai menggerakkan berbagai kegiatan yang ber...
Daerah06 November 2026 13:38
Bupati Syaharuddin Alrif Usulkan 400 Rumah Sejahtera Terpadu ke Kemensos, Sidrap Berpeluang Jadi Kabupaten Percontohan
JAKARTA, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pe...
Daerah06 November 2026 13:23
Syaharuddin Alrif Ungkap Strategi dan Inovasi Pembangunan Sidrap di Podcast A-Talk Apkasi
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan berbagai capaian pembangunan, strategi pengentasan kemiskinan,...