Prodi HI UIN Alauddin Kerja Sama Kemenko Polhukam Gelar Kuliah Tantangan Keamanan di Indo-Pasifik

Awal Febri
Awal Febri

Rabu, 23 Juni 2021 16:52

Prodi HI UIN Alauddin Kerja Sama Kemenko Polhukam Gelar Kuliah Tantangan Keamanan di Indo-Pasifik

TROTOAR.ID, MAKASSAR – Program Studi Hubungan Internasional UIN Alauddin Makassar bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Gelar Webinar dan Kuliah Tamu mengusung Tema “Tantangan Keamanan di Kawasan Indo-Pasifik: Upaya ASEAN dan Indonesia dalam menanggulangi Ancaman Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme”, berlangsung di Lecture Theater (LT) Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP), Selasa (22/6/2021).

Kuliah Tamu ini menghadirkan Rektor UIN Alauddin Makassar yakni Prof. Hamdan Juhannis, M.A, Asdep Kerjasama ASEAN Kemenpolhukam yakni Abdullah Zulkifli, Mantan Atfikbud RI di Thailand yakni Prof. Dr.H. Mustarri Mustafa, M.Pd , Dubes RI untuk Mesir yakni Dr.(HC) Abdul Rauf Lufti, Serta Kaprodi HI UIN Alauddin Makassar sebagai pemateri.

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis manyampaikan Webinar dan Kuliah Tamu ini patut di apresiasi karena membahas terkait fenomena dan masalah sosial yang terjadi hari ini terkait radikalisme dan paham ekstremisme.

“Saya sangat mengapresiasi prodi HI karena telah menggelar diskusi terkait tantangan ASEAN dan Indonesia khususnya dalam menghadapi paham Radikalisme, Ekstrimisme dan Terorisme, apalagi dengan mengundang pemateri yang sekiranya sangat concern berbicara persoalan masalah ini”, ungkapnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik Dr Muhsin Mahfudz menyatakan perguruan tinggi khususnya difakultas Ushuluddin sediri tidak boleh lengah dalam memgcounter paham-paham Ekstrimisme di lingkup kampus.

“Kita tidak boleh lengah di saat sekarang ini dimana maraknya penyebaran paham Radikalisme dan Ekstrimisme serta banyaknya jalur non akademik yang bisa di susupi oleh kelompok-kelompak radikal tadi. sekarang momentumnya sudah cukup tepat dalam mencounter isu-isu radikalisme mulai dari tataran pemerintah, pendidikan, maupun masyarakat bisa mendakwahkan terkait dengan Islam wasathiyah atau Islam yang moderat”, terang Muhsin.

Ketua Prodi Ilmu Hubungan Internasional, Nur Alya Saenal, dalam selingan materinya juga menyinggung persoalan kelompok-kelompok rentang yang mudah di doktrim paham ekstrimisme seperti perempuan dan anak-anak.

“Berbicara persoalan radikalisme dan ekstremisme tentunya ada beberapa kelompok yang sangat rentang misalnya perempuan, dan perempuan ini selain bisa menjadi pelaku mereka juga bisa menjadi penyebar ideologi radikalisme karena dalam masyarakat mereka kerap tidak dicurigai”, pungkas Alya. (Alam)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah14 Juli 2026 00:45
E-Puskeswan, Terobosan Digital Permudah Akses Layanan Kesehatan Hewan di Sidrap
Trotoar.id, Sidrap — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui Dinas Pe...
Metro13 Juli 2026 18:58
Event Dekranas dan HKG PKK 2026 Dongkrak Ekonomi Makassar, Transaksi Tembus Rp5 Miliar, Perputaran Uang Capai Rp100 Miliar
Trotoar.id, Makassar — Kesuksesan Kota Makassar menjadi tuan rumah Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 dan Hari Kesatua...
Pendidikan13 Juli 2026 17:55
176 Murid RHIS Siap Diwisuda Tahfidz di Claro, Bukti Kegigihan Guru dan Siswa
Trotoar.id, Makassar — Prestasi membanggakan ditorehkan Ranu Harapan Islamic School (RHIS). Sebanyak 176 murid dinyatakan lulus ujian hafalan Al-Qur...
Politik13 Juli 2026 16:36
Dari Tangan Sang Anak, Manuver IAS Menuju Kursi Golkar Sulsel Dimulai: 22 DPD II Jadi Modal Politik
Trotoar.id, Makassar — Perebutan kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memasuki babak yang semakin menarik.  Di tengah dinamika in...