TROTOAR.ID, MAKASSAR – Terkait ruko yang berbentuk L berlantai tiga terletak di Jalan Buru, Makassar, disoal lantaran tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Meski sebelumnya dewan sudah melakukan sidak ke lokasi. Komisi A DPRD Kota Makassar berjanji akan kembali turun meninjau ruko tersebut pada Minggu, 4 Juli 2021.
Dewan juga telah meminta Dinas Tata Ruang Kota Makassar agar segera menyegel ruko yang tak memiliki IMB itu.
Baca Juga :
Ketua Komisi A DPRD Makassar, Supratman mengaku akan meninjau ulang bangunan tersebut karena tembak bawah itu tidak simetris dengan tembok bagian atas.
“Lantai 2 nya bangunan itu keluar tidak sejajar dengan lantai bawah, nah ini yang dipersoalkan. Lantainya keluar satu batu sampai naik seterusnya itu dipersoalkan, apalagi karena sama-sama kuat jadi mungkin cara pandang mereka yang berbeda,” ujarnya saat ditemui di ruangan komisi A, Rabu (30/6).
Meski begitu, Supratman tetap bersedia memfasilitasi persoalan ini hingga selesai. Akan tetapi, kata dia, jika telah dilakukan berbagai cara dan tetap buntu maka DPRD akan mengeluarkan rekomendasi penyegelan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
“Kita akan fasilitasi masalah ini sampai selesai, kalaupun tidak maka kita akan keluarkan rekomendasi (pembongkaran) untuk ditindaklanjuti ke pihak eksekutor dalam hal ini Pemkot,” tegasnya.
Terkait IMB pada bangunan yang berbentuk L itu memang ganjil, karena yang ada IMB-nya hanya yang bagian belakang. Sementara DPRD meminta IMB bagian depan akan tetapi sampai saat ini belum bisa diperlihatkan.
“Ada IMB-nya tapi yang di belakang, sementara yang kami minta di depan dan sampai hari ini belum bisa dipertanggungjawabkan,” tambah Anggota Komisi A DPRD Makassar, Rahmat Taqwa, Rabu, 30 Juni 2021.
Ditanggapi, Plt Dinas Penataan Ruang Kota Makassar Husni Mubarak menyebut pemerintah tak bisa serta-merta langsung melakukan penyegelan terhadap ruko yang dinilai tak mengantongi IMB.
“Kita panggil dulu baik-baik, kemarin dia sudah tunjukkan IMB-nya. IMB-nya dia masukkan ke bank, jadi ada fotokopi dia serahkan itu,” kata Husni.
Terkait dengan bangunan ruko yang berbentuk huruf L, Husni mengatakan pihaknya juga akan melakukan penyelidikan terkait model bangunan yang dinilai kelewat batas.
“Saya akan panggil bagian pengawasan bagaimana tindak lanjut mengenai ini apakah dirobohkan atau seperti apa,” tutupnya. (Alam)



Komentar