Categories: News

Tetapkan 50 Lokus Penanganan Stunting, Pemda Lutra Revisi Perbup Nomor 8 Tahun 2021

Trotoar,id,Luwu Utara — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara resmi menetapkan 50 lokus penanganan stunting di tahun 2022. 

Dengan ditetapkannya 50 lokus itu, maka dilakukanlah pertemuan yang membahas tentang rancangan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Peran Desa dalam Intervensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi, Selasa (6/7/2021), di Aula Hotel Bukit Indah Masamba. 

Kegiatan tersebut di hadiri langsung oleh   beberapa Perangkat Daerah terkait, di antaranya Bappelitbangda, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, para Camat, para Kepala Puskesmas dan Tim Ahli P3MD.

Pertemuan ini dibuka oleh Kepala Bappelitbangda, Alauddin Sukri, yang juga selaku Koordinator Kegiatan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Luwu Utara. 

Dalam sambutannya, Alauddin mengatakan bahwa revisi Perbup Nomor 8 Tahun 2021 tentang Peran Desa dalam Intervensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi, harus dilakukan dalam rangka memberikan kepastian hukum bagi Desa/Kelurahan dalam merencanakan dan melaksanakan berbagai intervensi gizi dan penanganan stunting, baik di desa maupun di kelurahan.

“Kita telah ditetapkan 50 lokus stunting di Kabupaten Luwu Utara di tahun 2022 dan telah dilakukan análisis situasi terhadap lokus stunting tersebut,” sebut Alauddin. Pertemuan ini, kata dia, adalah bagian dari Aksi Integrasi keempat dari delapan aksi integrasi intervensi penurunan stunting di tahun 2021 yang lalu. Untuk itu, lanjut dia, dibutuhkan strategi guna mengakselerasi pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Luwu Utara. “Salah satu pilar penting yang perlu dilakukan adalah konvergensi antar program/kegiatan yang berasal dari berbagai sumber pembiayaan, baik itu APBN, APBD provinsi, APBD kabupaten maupun APBDes,” terangnya.  

Lanjut dia, konvergensi itu mutlak dilakukan, karena tanpa adanya konvergensi antar program, maka upaya percepatan pencegahan stunting tidak akan berjalan maksimal. 

“Pemerintah menjadikan pencegahan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan untuk menurunkan prevalensi stunting dari 30,8 % pada 2018 menjadi 14% pada 2024,” jelas mantan Kadis Ketahanan Pangan ini. ”Pemerintah tengah menyusun strategi percepatan pencegahan stunting yang diharapkan bisa menjadi acuan di tingkat pusat, daerah hingga desa,” pungkasnya. (LH)

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Saksikan Peresmian KDKMP oleh Presiden Prabowo, Bupati Sidrap Tegaskan Dukungan Penuh

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) menghadiri peresmian pengoperasian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…

19 jam ago

Pemkot Makassar Tegaskan Isu Anggaran Rp10 Miliar Makan Minum Wali Kota adalah Hoaks

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait…

19 jam ago

Bunda Forum Anak Dorong Generasi Penerus Jadi Pelopor Perubahan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bunda Forum Anak Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka secara resmi kegiatan Pemilihan…

23 jam ago

Sulsel Matangkan Persiapan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) terus…

23 jam ago

Kawal Penuh Porsenijar 2026, Bupati Sidrap Targetkan Tuntas dan Sukses

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Sidrap…

1 hari ago

Wali Kota dan Kapolrestabes Makassar Resmikan SPPG Tallo 1, Layani 10 Sekolah

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana…

1 hari ago

This website uses cookies.