Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Sinjai Berbagi Buku ke Pegiat Literasi Masjid

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 17 Juli 2021 15:47

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Sinjai Berbagi Buku ke Pegiat Literasi Masjid

TROTOAR.ID, SINJAI – Kepala Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Dr Mansyur mengunjungi salah satu masjid di pelosok Sinjai, Jumat (16/7/2021).

Masjid yang dikunjunginya yakni Masjid Babussalam di Dusun Lita-litae, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Sinjai atau sekitar 25 kilometer dari arah selatan Sinjai.

Ia bersama stafnya menyerahkan bantuan buku tema Islami ke pengurus Masjid Babussalam. 

Sebelum memberikan bantuan buku kepada pengurus masjid, ia mengajak masyarakat di masjid untuk lebih giat menambah wawasan ilmu pengetahuan agama Islam dengan membaca buku. 

“Dengan adanya buku-buku di masjid ini, kami harapkan para jamaah makin bersemangat meningkatkan pengetahuan Islamnya dengan membaca buku pada program literasi masjid,” kata mantan Sekretaris Dinas Infokom Sinjai ini, Dr Mansyur. 

Ia juga mengapresiasi pengurus Masjid Babussalam Honto yang lebih dulu mengembangkan literasi masjid melalui penyediaan buku-buku Islami. 

“Kami juga memberi apresiasi yang tinggi kepada pengurus masjid yang menyiapkan buku-buku Islami untuk para jamaah. Ini bagian dari aksi literasi masjid,” katanya. 

Dari 600-an masjid yang tersebar di Sinjai, Masjid Babussalam salah satu masjid yang mengembangkan literasi masjid. 

Dia mengharapkan dengan adanya buku-buku tersebut, jamaah yang ada di masjid itu tidak memiliki alasan lagi untuk tidak memiliki pengetahuan Islam. 

Mansyur juga memiliki inovasi baru yang akan terwujud akhir tahun ini di Dinas Perpustakaan Sinjai yakni menyiapkan buku digital. Sehingga setiap warga bisa membaca melalui laman internet kantor setempat. 

Dengan cara itu, ia tumbuhkan minat baca masyarakat Sinjai yang saat ini masih sangat rendah minat baca bukunya diantara 24 kabupaten kota di Sulsel.

Ketua Pengurus Masjid Babussalam, Syamsul Bahri menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Kabupaten Sinjai.

Ia mengatakan bahwa di daerah itu masih terbatas mubaligh yang bisa memberi kajian Islam.

Sehingga melalui media buku, jamaah bisa belajar Islam dengan baik dan dapat menambah pengetahuannya.

“Dulu kami setelah selesai salat Magrib tak ada kegiatan, semua jamaah nongkrong di depan masjid yang tidak ada hubungannya dengan amaliah, karena kurangnya mubaligh yang bisa beri kajian,” kata Ketua Pengurus Masjid Babussalam, Syamsul Bahri. 

Ia menyadari bahwa saat ini banyak tersedia buku-buku Islam di toko buku seperti di Gramedia Makassar. 

Saat itu, Syamsul Bahri mulai membeli buku satu hingga dua buku lalu disimpan di rak buku masjid setempat. 

Selain buku diadakan oleh masyarakat sendiri juga beberapa lembaga lain ikut berkontribusi mendorong literasi masjid di tempat itu, seperti PLN Cabang Bulukumba. (*)

Foto- Kepala Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Kabupaten Sinjai, Dr Mansyur serahkan buku Islami ke pengurus Masjid Babussalam, Gareccing, Jumat (16/7/2021). (Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional06 September 2026 19:06
Di Balik Ramainya Pemburu Kursi Petugas Haji 2027
MAKASSAR — Menjadi petugas penyelenggara ibadah haji bukan lagi sekadar soal pengabdian. Di balik seragam petugas dan tugas mendampingi jemaah di Ta...
Politik06 September 2026 18:39
Menanam Politik di Generasi Muda, Vonny Ameliani Suardi Bicara Program Gerindra dan Prabowo
MAKASSAR, Trotoar.id — Politik tidak selalu dimulai dari panggung kampanye atau perebutan kursi kekuasaan.  Di tangan generasi muda, politik bi...
Daerah06 September 2026 17:21
Bupati Sidrap Tawarkan Beras ke Tarakan, Buka Jalur Dagang Antardaerah
SIDRAP, Trotoar.id — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai membuka jalur baru untuk memperluas pasar komoditas pertaniannya. Bupati Sidrap Syah...
Daerah06 September 2026 16:24
472 Pemanah Meriahkan Bupati Sidrap Cup II, Peserta dari Luar Sulawesi Berdatangan
SIDRAP, Trotoar.id — Lapangan Andi Cammi, Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), berubah menjadi arena berkumpulnya para pemanah tradisional...