TROTOAR.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar dalam waktu dekat ini akan menyalurkan 100.000 paket sembako yang akan didistribusikan pada warga yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung. Syaratnya yaitu masyarakat di luar penerima KPM juga PKH.
Hal tersebut secara tegas disampaikan oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto saat bertemu dengan seluruh jajaran Forkopimda beserta seluruh camat juga lurah via zoom di hari Selasa/27 Juli 2021.
Temu virtual yang juga diikuti oleh Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi ini membahas mengenai instruksi pemerintah pusat yang meminta para kepala daerah segera melakukan penyediaan dan percepatan bantuan sosial bagi warga terdampak covid-19.
Baca Juga :
“Pemerintah pusat telah menginstruksikan untuk segera menyiapkan dan mempercepat bantuan ke masyarakat selain bantuan warga yang diinisiasi oleh Kemensos. Olehnya itu Pemkot Makassar akan bergegas menyiapkan paket sembako yang jumlahnya sekitar 100.000 dan akan didistribusikan ke masyarakat”,tegas Danny.
Lebih lanjut Wali Kota Danny mengatakan untuk mencegah adanya manipulasi data ataupun pembagian yang tidak tepat sasaran, Ia meminta agar para camat dan lurah beserta perangkat RT/RW segera mendata warga di wilayahnya sesuai dengan klasifikasi yang telah ditentukan.
“Persoalan klasik yang biasa terjadi adalah data. Olehnya itu agar bantuan ini tepat sasaran,tugas camat serta lurah dan rt/rw untuk melihat secara langsung warga. Untuk memudahkan penginputan juga harus menggunakan aplikasi agar titik lokasi rumah warga yang akan diberikan jelas keberadaannya”,tegasnya.
Sementara itu Wawali Fatma juga menekankan agar rt/rw dapat memperhatikan siapa saja yang berhak menerima bantuan paket sembako ini.
“Menghindari adanya kekeliruan data,tolong di kroscek dengan betul orangnya dan lokasi tempat tinggalnya. Warga yang tidak memiliki KTP Makassar juga diklasifikasikan. Makanya ini harus betul-betul selektif”,ujar Fatma.
Lebih lanjut dalam pertemuan secara maya itu kembali di tegaskan oleh Wali Kota Makassar agar penerima bantuan tidak dalam masuk dalam KPM maupun PKH.
“Warga yang terdaftar KPM maupun PKH tidak masuk dalam penerima bantuan sembako yang akan di salurkan Pemkot Makassar. Hal ini kita harapkan agar masyarakat lainnya juga bisa mendapatkan bantuan”,jelas Danny.
Untuk klasifikasi penerima paket bantuan sembako Pemkot Makassar diurutkan berdasarkan kelompok warga yang terdampak langsung seperti masyarakat yang terkena PHK, keluarga yang yatim maupun yatim piatu karena covid, warga yang semua anggota rumahnya sakit covid juga warga yang tidak dapat keluar rumah karena covid.(*)



Komentar