TROTOAR.ID, MAKASSAR – Politisi Partai Golkar Nurul Hidayat blakblakan menyebut bansos yang fiktif dan tak tepat sasaran itu akibat jadi lahan korupsi empuk.
“Kasihan anggaran yang dikeluarkan ratusan miliar dan tidak tepat sasaran, jadinya ajang korupsi yang empuk,” tulisanya saat dimintai tanggapan, Sabtu 31 Juli 2021.
Srikandi Golkar yang akrab disapa Nurul itu merasa miris melihat kondisi warga yang haknya diselewengkan bahkan terkesan dipermainkan.
Baca Juga :
“Saya sangat miris melihat kondisi warga masyarakat, terlebih lagi kelas bawah yang jadi korban ketidakmerataan pembagian bansos,” terangnya.
Nurul yang juga Anggota DPRD Makassar ini juga menyinggung Dinas Sosial (Dinsos).
Menurut Nurul, apa pernah Dinsos turun melihat warga yang menangis karena tak mampu menjalani kehidupan sehari-hari.
“Dinsos apa pernah turun melihat mereka menangis karena ketidakmampuan menjalani kehidupan sehari-harinya,” tuturnya.
Meski begitu, ia mengaku sudah capek berteriak menyoroti Dinsos. “Toh! mereka (Dinsos) berjalan sesuai kehendaknya. Jadinya apa, mereka harus menuai kutukan dari masyarakat yang tidak pernah mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Apalagi bagi warga yang terdampak pandemi, belum lagi dijepit PPKM, kata Nurul, “Dampak Covid-19 yang mengharuskan PPKM dilaksanakan ini akan membunuh mereka secara perlahan, baik mata pencaharian, maupun kekurangan gizi, pengemis, dan anjal merajalela.”
Olehnya itu ia menyarankan, “Perbaharui data. Kalau tidak, maka kejadian yang sama akan terulang terus,” tegasnya.
Ia juga berharap, “Semoga Indonesia terlepas dari wabah ini terkhusus Sulawesi Selatan,” tutupnya. (Alam)



Komentar