TROTOAR.ID, MAKASSAR – Koordinator Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Sulawesi, Ahmad Tang secara tegas meminta Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan agar melibas semua oknum ataupun instansi yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C Batua, Makassar.
Menurutnya penegak hukum tak boleh pandang bulu sekalipun dugaan yang terlibat adalah wakil rakyat maka hukum harus ditegakkan meski berdarah-darah.
Sebab pada pembangunan tersebut, kata Ahmad Tang, tak menggunakan anggaran kecil sehingga perlu betul-betul diusut secara tuntas karena itu adalah uang rakyat.
Baca Juga :
“Siapapun yang terlibat harus maka harus dilibas, Polda harus didukung agar konsisten dan independen dalam mengerjakan tugasnya, sekalipun yang diduga terlibat adalah wakil rakyat kita. Tapi apa boleh buat, hukum harus tegak,” tegas dia kepada jurnalis trotoar.id, Rabu (4/8) malam.
Ia juga meminta agar semua pihak bisa mengawasi kasus ini dengan mengedepankan prinsip keterbukaan, agar tak ada dusta terselubung dalam upaya penegakan hukum tersebut.
Selain itu, Wakil Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Anggareksa, menyebut ada dugaan kasus RS Batua akan menyeret badan anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar jika dalam proses penyelidikannya ditemukan indikasi mengarah ke sana.
“Kami melihat dugaan itu ada (dugaan aliran dana mengarah ke Banggar), karena korupsi RS Batua ini sejak awal telah menjadi bancakan,” tuturnya kepada jurnalis trotoar.id, Rabu (4/8).
Sebelumnya, Direktur Kriminal Khusus Polda Sulsel Kombes Pol Widoni Fredy, mengatakan jika hal itu masih dalam pendalaman, dan jika dalam pemeriksaan saksi dan tersangka nantinya ada yang mengarah kesana jelas akan di tindak lanjuti.

“Kita pendalaman dulu, kalau arahnya ada kesana kita kesana,” Kata Kombes Pol Widoni Fredy.
Widony mengatakan tindak pidana Korupsi pembangunan RS Batua diduga telah terjadi persekongkolan sejak awal, olehnya itu penyidik akan lebih mendalami proses penganggarannya hingga tender proyek pembangunan RS Batua.
Para tersangka yang telah diumumkan senin kemarin, nantinya akan menjalani pemeriksaan di direktorat tindak pidana khusus Polda Sulsel
“Kita dalami semua informasi, termasuk mendalami peran dari banggar, sebab anggaran pembangunan RS tersebut dibahas dalam banggar,” jelasnya
Hingga pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus yang menyeret belasan nama sebagai tersangka,
Diketahui proses penganggaran RS Batua dilakukan oleh Badan Anggaran DPRD pada tahun anggaran 2018 yang dianggarkan melalui APBD Pokok dan APBD Perubahan tahun 2018. (Alam/lutfi)



Komentar