TROTOAR.ID, MAKASSAR – Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C Batua berbuntut panjang.
Pasalnya, dalam kasus ini tampaknya tidak hanya akan menyeret pihak kontraktor, dan oknum-oknum yang ada di dinas terkait, tetapi ada dugaan kemungkinan kasus RS Batua akan menyeret badan anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar jika dalam proses penyelidikannya ditemukan indikasi mengarah ke sana.
Seperti yang diutarakan oleh Wakil Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Anggareksa bahwa pihaknya melihat memang dugaan tersebut ada di dalamnya.
Baca Juga :
“Kami melihat dugaan itu ada (dugaan aliran dana mengarah ke Banggar), karena korupsi RS Batua ini sejak awal telah menjadi bancakan,” tuturnya kepada jurnalis trotoar.id, Rabu (4/8).
Menurutnya, ada hal penting yang perlu dilakukan oleh penyidik kasus ini yakni melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK untuk mendalami secara masif dan terukur aliran anggaran RS Batua. Termasuk yang diduga mengalir ke Badan Anggaran DPRD Makassar saat itu.
“Untuk itu penting penyidik untuk melibatkan PPATK guna menelusuri aliran dana korupsi RS Batua tersebut, termasuk dugaan aliran dana ke Banggar,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Kriminal Khusus Polda Sulsel Kombes Pol Widoni Fredy, mengatakan jika hal itu masih dalam pendalaman, dan jika dalam pemeriksaan saksi dan tersangka nantinya ada yang mengarah ke sana, jelas akan ditindaklanjuti.
“Kita pendalaman dulu, kalau arahnya ada kesana kita kesana,” Kata Kombes Pol Widoni Fredy.
Widony mengatakan tindak pidana Korupsi pembangunan RS Batua diduga telah terjadi persekongkolan sejak awal, olehnya itu penyidik akan lebih mendalami proses penganggarannya hingga tender proyek pembangunan RS Batua.
Para tersangka yang telah diumumkan senin kemarin, nantinya akan menjalani pemeriksaan di direktorat tindak pidana khusus Polda Sulsel.
“Kita dalami semua informasi, termasuk mendalami peran dari banggar, sebab anggaran pembangunan RS tersebut dibahas dalam banggar,” jelasnya.
Hingga pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus yang menyeret belasan nama sebagai tersangka.
Diketahui, proses penganggaran RS Batua dilakukan oleh Badan Anggaran DPRD pada tahun anggaran 2018 yang dianggarkan melalui APBD Pokok dan APBD Perubahan tahun 2018. (Alam/Lutfi).



Komentar