TROTOAR.ID, MAKASSAR – Menanggapi isu yang berkembang saat ini, utamanya seruan aksi yang cukup masif muncul dari Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI akhir-akhir ini.
Seperti yang diinstruksikan oleh Pj Ketua Ketua Umum HMI Versi Abdul Muis Amiruddin agar cabang dan badko HMI se-Indonesia turun ke jalan
Pihaknya menyoroti alokasi anggaran dana Covid yang fantastis akan tetapi dianggapnya tidak transparan sehingga perlu untuk dibuka kepada publik.
Muis juga menyebut bahwa pemerintah pusat dan daerah tidak terintegrasi terkait dengan data, baik dalam jumlah penderita maupun penyintas covid-19.
Menurutnya, pemerintah harus lebih bersimpati dan berempati terhadap penderitaan rakyat selama pandemi.
Pihaknya mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki sistem penanganan maupun pengelolaan ketertiban serta keamanan masyarakat selama Covid-19 supaya tidak terjadi ketakutan, kebingungan, ketidakpastian serta keresahan.
Respons versi Raihan Ariatama
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Raihan Ariatama mengatakan bahwa aksi turun ke jalan bukan pilihan cerdas di tengah kuatnya hentakan pandemi sekarang ini.
Ia juga menginstruksikan agar sebaiknya jangan turun aksi, tetapi memilih cara-cara yang lain dengan tidak membuat kerumunan.
“Kami melihat bahwa memang kebijakan pemerintah, PPKM, dalam menangani pandemi belum maksimal, tetapi turun aksi jangan, karena justru akan menambah penyebaran, itu bukan pilihan yang cerdas saya kira,” tuturnya kepada jurnalis trotoar.id, Jumat 6 Agustus 2021.
Meski begitu, kata dia, pihaknya juga tetap mengkritik kebijakan pemerintah, “Tetapi bukan berarti kami enggak memberi kritik ke pemerintah, kami juga tetap memberi kritik, varian aksi itu macam-macam kok. Contohnya, kemarin BEM UI mereka gak turun ke jalan tapi aspirasinya sampai ke negara hanya dengan melalui media,” kata dia saat ditemui di Makassar.
Ia menambahkan, aksi turun ke jalan memungkinkan untuk berkerumun dan tentu berpotensi untuk penyebaran covid-19. Menurutnya, ini yang jadi pertimbangan sulit.
“Virus ini ada, dan bisa mematikan terlebih kepada orang yang memiliki penyakit bawaan, ini tidak main-main saya kira,” ungkapnya.
Raihan mendorong kader-kader HMI agar terlibat dalam penanganan pandemi covid-19 dengan mengambil peran.
“Kader-kader juga kami dorong untuk terlibat dalam menangani pandemi khususnya bagi kader yang dari kesehatan yang mengerti soal penanganan, tetapi keterlibatannya perlu didukung oleh kampus-kampus, misalnya membebaskan mereka dari biaya kuliah selama pandemi,” pungkasnya. (Al/Ltf)




Komentar