Ade Armando Sebut Jokowi Akan Habisi Gerakan Islamis Pribumi Radikal, Tokoh Papua: Manusia yang Dipenuhi Roh Jahat!!!

Awal Febri
Awal Febri

Minggu, 08 Agustus 2021 19:41

Dosen UI Ade Armando. (Int)
Dosen UI Ade Armando. (Int)

TROTOAR.ID, JAKARTA – Tokoh asal Papua Christ Wamea menyemprot balik Dosen Komunikasi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando. 

Lewat cuitan di akun twitternya, politikus itu seolah menyebut Ade Armando adalah manusia yang dipenuhi roh jahat yang terus-terusan memojokkan Islam.

“Manusia yg dipenuhi roh jahat ini kok terus memojokan islam,” tulis Christ Wamea seperti dikutip dari twitnya, Minggu (8/8).

Sebelumnya di tayangan Cokro TV pada Sabtu kemarin,  Ade Armando menilai Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen untuk menghabisi gerakan-gerakan islamis pribumi radikal.

Awalnya, Ade Armando menyinggung soal aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma yang menyebutnya membangun sekat antar-ras dan agama.

Adapun Lieus mengatakan hal itu sebagai respons terhadap cuitan-cuitan dan video-video Ade Armando mengenai agama atlet badminton dan juga soal sumbangan Rp2 triliun keluarga Akidi Tio.

Ade menyoroti bahwa Lieus mengatakan sudah tidak ada lagi diskriminasi atas dasar ras dan agama di Indonesia.

“Dan inilah yang menurut saya merupakan sumbangan penting orang semacam Lieus bagi keberlangsungan penindasan HAM kaum Tionghoa dan Kristen di Indonesia,” kata Ade dalam video berjudul “Pak Lieus Sungkharisma, Jangan Bela Penindasan Oleh Kaum ‘Pribumi’” yang pada Sabtu, 7 Agustus 2021. 

Baginya, tidak masuk akal jika ada aktivis Tionghoa yang menganggap bahwa kondisi hubungan antara agama dan ras di Indonesia baik-baik saja.

Menurut Ade, salah satu persoalan terbesar di Indonesia sejak awal reformasi justru adalah masih berlangsungnya atau semakin meningkatnya praktik diskriminasi terhadap Tionghoa dan Kristen.

Ia menekankan bahwa penindasan ini memang tidak dilakukan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia.

Baca Juga  Jakarta Banjir, Anies Baswedan Dicaci Maki, Tengku Zulkarnain: Mereka Siapa Sebenarnya?

Tapi, lanjut Ade, praktik-praktik diskriminasi adalah sebuah gejala yang menakutkan, yang terus dan mungkin sekali menjadi-jadi di Indonesia.

“Dan itulah yang menyebabkan Pemerintahan Jokowi berkomitmen untuk menghabisi gerakan-gerakan Islamis pribumi radikal ini,” ungkapnya. (Al)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro05 September 2026 15:27
Usaha Sambil Doa, Pemkot Makassar Kerahkan Tangki Air, SPAM hingga Salat Istisqa Minta Hujan
MAKASSAR, Trotoar.id— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memilih menempuh dua jalur sekaligus menghadapi kemarau panjang dan krisis air bersih: berge...
Metro05 September 2026 15:18
Wabup Nurkanaah Serahkan Santunan untuk Dua Keluarga Korban Kebakaran di Teteaji
SIDRAP, Trotoar.id — Musibah kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidr...
Daerah05 September 2026 15:15
BISA ORASI ke-2 Bahas Strategi Mengubah Potensi Sidrap Jadi Kekuatan Ekonomi
SIDRAP, Trotoar.id — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memiliki beragam potensi sumber daya manusia dan ekonomi. Namun, potensi tersebut belum cu...
Daerah05 September 2026 15:12
PIK-R ORYZASATIVA SNAKMA, Ruang Aman Remaja untuk Berbagi Cerita dan Menata Masa Depan
SIDRAP, Trotoar.id — Tidak semua cerita remaja mudah disampaikan. Ada persoalan yang hanya bisa dibicarakan ketika mereka merasa aman, didengar, dan...