TROTOAR.ID, PAPUA – Eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menanggapi pengumuman hasil seleksi calon Wakil Gubernur Papua yang bakal menggantikan almarhum Klemen Tinal.
Dua diantaranya diusulkan DPP Partai Golkar. Dua nama tersebut adalah Kabaintelkam Mabes polri Komisaris Jenderal (Komjen) Paulus Waterpauw dan mantan bupati Kabupaten Tolikara, Jhon Tabo.
Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengatakan penjukkan dua nama tersebut oleh DPP adalah demi kepentingan bangsa, negara dan masyarakat Papua secara umum. Kamis (5/8/2021).
Direspons oleh Natalius Pigai bahwa ini sungguh sembrono. Menurutnya, bukankah Paulus Waterpauw dan Jhon Tabo itu adalah Tito Karnavian menghadap dan meminta ke Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
“Sembrono. Bukankah Waterpauw & Jhon Tabo itu Pak Tito menghadap & minta ke Airlangga?. Jd intinya Tito yg minta utk pribadi beliau bkn Pres, BIN, NKRI. Orde Baru NKRI hancur krn Golkar sering dipakai Jenderal utk loloskan kepentingan BISNIS Pribadi,” tulis Pigai di akun twitternya, Minggu 8 Agustus 2021.
“Klaim2 mereka demi NKRI, Pancasila dll harus dipatahkan. Kalau Rakyat papua Hopeless bisa pegang panah, pegang bom dan justru kontraproduktuf, bisa Rusak Negara ini. Itu juga yg membuat Sy selalu lindungi Umat Islam di Indonesia,” tulisnya menambahkan.




Komentar