JAKARTA – Terkait isu Pemilihan Umum (Pemilu) serentak akan diundur ke tahun 2027 dan jabatan akan diperpanjang ditanggapi Pengamat Ekonom Rizal Ramli menyebut bahwa ini bahaya.
Pasalnya, memperpanjang masa jabatan dengan menunda Pemilu itu potensi akan memperparah situasi demokrasi Indonesia.
“Tidak diperpanjang saja korupsi semakin merasuk, demokrasi semakin terancam,” cuitnya di Twitter, Kamis (19/8).
Baca Juga :
- Saat Petinggi Partai Dorong Penundaan, Rizal Ramli Malah Tawarkan Pemilu Dipercepat Supaya Pimpinan Berganti
- Rizal Ramli Geram ke Gubernur Jateng soal Wadas, Ganjar Pranowo: Tidak Perlu Ditakuti, Tidak Akan Ada Kekerasan
- Akan Maju Capres? Rizal Ramli: Kalau Mau Berhasil Harus Tidak Jauh dengan Ibu Kota Lama, Kecuali Niatnya Jelek
Jika jabatan diperpanjang, maka rakyat akan semakin miskin, kata Rizal, sementara oligarki bakal semakin kaya.
“Rakyat semakin miskin tapi oligarki semakin kaya,” tuturnya.
Situasi tersebut akan menjadikan Indonesia sebagai antek Beijing yang makin sempurna, “Semakin jadi antek Beijing,” ungkapnya.
Rizal juga menyebut kalau Indonesia bakal makin hancur jika jabatan diperpanjang. Maka hanya ada satu kata, kata Rizal, yakni Lawan!
“Apalagi diperpanjang (Masa jabatan), makin hancur! Hanya 1 kata: Lawan,” tegasnya.
Dilansir dari berbagai sumber, Wakil Ketua Komisi II DPR, Saan Mustopa, membantah kabar bahwa pemilihan umum (Pemilu) serentak akan diundur ke tahun 2027. Saan menegaskan, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tetap akan digelar pada 2024.
Anggota Komisi II DPR, Mardani Ali Sera, juga mengkonfirmasi bahwa pemilu serentak tetap digelar pada 2024. Wacana memundurkan jadwal pemilihan ke 2027 bahkan disebutnya tak bergulir di Komisi II dan penyelenggara pemilu. (Alam)




Komentar