JAKARTA – Pakar Ekonom Rizal Ramli menyebut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj semakin asal bicara.
Menurut Said Aqil kalau jabatan Presiden RI berubah menjadi tiga periode tidak masalah.
Tapi bagi Rizal Ramli andaikan amanah maka tidak perlu tiga periode untuk untuk mensejahterakan dan memakmurkan rakyat.
Baca Juga :
- Saat Petinggi Partai Dorong Penundaan, Rizal Ramli Malah Tawarkan Pemilu Dipercepat Supaya Pimpinan Berganti
- Rizal Ramli Geram ke Gubernur Jateng soal Wadas, Ganjar Pranowo: Tidak Perlu Ditakuti, Tidak Akan Ada Kekerasan
- Akan Maju Capres? Rizal Ramli: Kalau Mau Berhasil Harus Tidak Jauh dengan Ibu Kota Lama, Kecuali Niatnya Jelek
Rizal juga menyinggung persoalan utang RI. Menurutnya, utang Indonesia tidak lagi gali lobang, tapi tutup jurang.
Masa jabatan tiga periode itu, kata Rizal, bertentangan dengan amanah reformasi dan demokrasi Indonesia.
“Mas Said Aqil makin lama makin ngasal. Kalau memang amanah, rakyat sudah lebih sejahtera dan lebih makmur, dan utang tidak gali lobang, tutup jurang. Presiden 3x itu bertentangan dengan amanah reformasi dan demokratisasi !,” tulis Rizal Ramli seperti dikutip dari cuitannya di twitter, Selasa (7/9).
Sebelumnya, Said Aqil mengatakan kalau masa jabatan, satu periode, dua, atau tiga sekalipun tidak ada dalam fikih Islam.
Dengan alasan itu, Said Aqil tidak mempersoalkan masa jabatan presiden RI menjadi tiga periode.
Selain itu, Said Aqil pun menyinggung soal biaya tinggi dalam setiap pemilihan presiden.
“Bagi fikih Islam mau dua periode mau tiga periode yang penting adil, jujur, amanah, dan pro rakyat,” katanya seperti dikutip dari galamedia pikiranrakyat com pada Selasa, 7 September 2021. (Ltf/Ltf)




Komentar