ISYEFPrenenur Kembali Digelar, Fadli Ananda Harap Lebih Banyak Pemuda Masjid Asal Sulsel yang Berpartisipasi

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 16 September 2021 17:20

ISYEFPrenenur Kembali Digelar, Fadli Ananda Harap Lebih Banyak Pemuda Masjid Asal Sulsel yang Berpartisipasi

Teotoar.id, Makassar — Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) bekerjasama dengan Bank Indonesia, kembali melaksanakan pelatihan kewirausahaan berbasis masjid. Hadiah senilai ratusan juta rupiah telah disiapkan bagi 30 peserta dengan proposal terbaik.

Ketua ISYEF Sulawesi Selatan (Sulsel), dr Fadli Ananda SpOg MKes, mengatakan, pelatihan kewirausahaan berbasis masjid ini dikemas dalam program ISYEFPreneur.

Sebuah program pelatihan kewirausahaan berbasis masjid, dengan materi pelatihan wirausaha yang komprehensif dan mentor-mentor berpengalaman.

“Program ini bertujuan untuk pemberdayaan dan pendampingan pemuda masjid untuk ikut serta berpartisipasi guna mengembangkan wirausaha melalui program pemberdayaan infrastruktur ekonomi syariah,” kata dr Fadli Ananda, Kamis, 16 September 2021.

Baca Juga  Perkuat Penerapan Low Carbon City, Danny Pomanto Akan Beli Motor Sampah Listrik

Ia menuturkan, pendaftaran telah dibuka sejak 14 September 2021 lalu, hingga 29 September 2021 mendatang. Tahun 2020 lalu, kegiatan serupa telah sukses dilaksanakan dan memberikan manfaat besar pada komunitas pemuda masjid di seluruh Indonesia.

“Tahun lalu, ISYEFPreneur telah menjaring 170 peserta dan 25 partisipan dari berbagai sektor. Kuliner, fashion, teknologi, jasa, edukasi, dan agrikultur dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga  Enam dari Tujuh Penumpang Toyota Ayla Meninggal Saat Kecelakaan

Adapun persyaratannya, pendaftar berusia 20 – 40 tahun. Merupakan anggota komunitas Islam/masjid non mahasiswa. Merupakan pemilik usaha (pribadi/badan usaha komunitas) yang sudah berjalan minimal satu tahun.

Bentuk usaha yang disampaikan bergerak di sektor pertanian, fashion, dan makanan. Bentuk usaha pendaftar bukan usaha yang sifatnya fiktif, dan diutamakan bukan bersifat digital (aplikasi), namun difokuskan pada basis produksi/ sektor ril.

Baik pendaftar atau usaha yang didaftarkan tidak sedang dalam kasus hukum perdata atau pidana. Dan pendaftar bersedia mengikuti keseluruhan proses pelatihan sampai acara selesai (80 persen kehadiran).

Baca Juga  Soal Pemberhentian Sementara NA, Sekprov Sulsel: Saya Belum Lihat, Besok Saya Cek

Selain itu, ada persyaratan administrasi dan teknis yang harus dikirimkan oleh peserta. Antara lain, proposal bisnis (company profile dan bussiness plan) berbentuk presentasi maksimal 15 halaman. Kemudian, kelengkapan administrasi berupa CV, dokumentasi bukti produk/jasa, serta surat pernyataan keanggotaan komunitas Islam/masjid.

“Semoga komunitas pemuda masjid di Sulsel bisa memanfaatkan kesempatan ini, dan lebih banyak yang berpartisipasi dibanding tahun lalu,” harap dokter spesjalis kandungan ini. (*)

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen08 November 2026 22:46
Suharmika: Usia 419 Tahun Makassar Harus Jadi Energi Baru Percepat Kemajuan Kota
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Memasuki usia ke-419 tahun, Kota Makassar diharapkan tidak hanya semakin berkembang dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga ...
Parlemen08 November 2026 21:15
HUT ke-419 Makassar, Supraatman: Pembangunan Harus Berdampak, Warga Harus Merasa Aman
Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman...
Daerah08 November 2026 20:23
Emas Petanque PORPROV XVIII untuk Sidrap, Nuralisyah Fitri Bakil Ukir Prestas
SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menambah catatan prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selata...
Daerah08 November 2026 17:47
HKN ke-62, Pemkab Barru Perkuat Komitmen Pemerataan Layanan Kesehatan
BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan komitmennya memperkuat kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan ma...