Persidangan Nurdin Abdullah di pengadilan Negeri Makassar, Rabu (29/9). / Alam
MAKASSAR – Hari ini sidang Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah digelar di Pengadilan Negeri Makassar. Dengan menghadirkan 6 saksi..
Mereka adalah Usman Yusuf, Robert Wijoyo, Yohanes Tyos, Yusuf Rombe Pasarrin, Petrus Yalim, dan Haji Indar. Mereka bersaksi untuk kedua terdakwa, Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat.
Terbongkar dalam sidang tersebut bahwa Ferry Tanriady pernah menyerahkan uang kepada Nurdin Abdullah melalui ajudannya, Syamsul Bahri.
Hal itu diucapkan oleh Usman Yusuf, anak buah Ferry sendiri saat dicecar pertanyaan di dalam persidangan.
Usman mengatakan bahwa dirinya pernah menyerahkan uang itu kepada Syamsul Bahri di rumah Ferry Tanriady senilai Rp2,2 miliar di Jalan Boulevard Makassar.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Usman soal pertemuannya dengan Syamsul Bahri pada Februari 2021
“Syamsul datang ke rumah dan mencari Pak Ferry. Dia bilang orangnya Pak Gubernur, lalu saya sampaikan ke Pak Ferry jika ada orang mau ketemu dan dia katakan dia orangnya Pak Gubernur,” tuturnya.
Syamsul lalu dipersilahkan naik menemui Ferry di rumahnya. Dalam pertemuan itu, Usman membongkar pembicaraan antara Ferry dengan Syamsul terkait pesanan Nurdin Abdullah soal biaya operasional.
Tetapi Ferry adalah orang yang memiliki banyak kesibukan sehingga meminta meminta Syamsul untuk berhubungan dengan anak buahnya saja yaitu, Usman.
“Di situ saya tanya pak Syamsul supaya datang lagi ke rumah dua hari kemudian,” kata Usman.
Usai dari situ, Ferry langsung memanggil Usman dan diberikan uang tiga kantong pelastik.
Usman mengaku bahwa isinya adalah uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.
“Setelah itu saya bawa ke kamar dan saya simpan. Paginya uang pecahan Rp50 dan 100 ribu itu saya kasih pindah ke dus Indomie dan Aqua sebanyak dua kardus,” tuturnya.
Dia mengaku baru menyerahkan uang itu kepada Syamsul dua hari setelah pertemuan itu.
“Dua hari kemudian Pak Syamsul datang malam hari sendiri, lalu dia cari saya. Setelah ketemu, saya ambil uang dan kasih naik di jok (kursi) belakang,” ucapnya.
Sekadar diketahui, dalam sidang sebelumnya, Ferry mengungkapkan pernah menyerahkan uang Rp2,2 miliar melalui ajudan Nurdin, Syamsul Bahri. Ferry mengatakan dirinya pertama kali mengenal Nurdin melalui seorang patwal bernama Gatot pada awal tahun ini.
Melalui Gatot, Ferry minta diaturkan waktu untuk bertemu dengan Nurdin di kediaman pribadinya di Perumdos Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.
“Ada patwalnya Pak Nurdin, namanya Gatot yang memberikan informasi posisi Pak Nurdin. Dia mengarahkan saya bisa bertemu dengan Pak Nurdin di rumah pribadinya,” ujarnya yang mengikuti sidang melalui virtual.
Ferry yang tak lain Bendahara DPW NasDem Sulsel itu menjelaskan pertemuan pertama itu sebatas silaturahmi. Tidak ada pembahasan terkait proyek yang ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. “Hanya silaturahmi Pak. Bincang-bincang soal kesehatan,” bebernya.
Setelah pertemuan itu, Ferry mengaku tidak pernah lagi berkomunikasi dan bertemu dengan Nurdin. Ia beralasan saat itu dirinya sedang berada di Jakarta.
“Sampai ada teman sesama pengusaha memberitahukan kalau Pak Nurdin mencari saya,” jelasnya.
Saat kembali ke Makassar, Ferry kembali menghubungi Gatot untuk menanyakan keberadaan Nurdin. Hanya, Ferry diarahkan Gatot untuk menghubungi Syamsul.
“Pak Gatot bilang dia lagi tidak bertugas dan mengarahkan saya ke Pak Syamsul Bahri,” ungkapnya.
Meski sudah berkomunikasi dengan Syamsul, dirinya baru bisa menemui Nurdin tiga hari setelahnya. Mereka bertemu di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman Makassar.
“Waktu itu saya datang malam hari. Di situ saya diminta untuk membantu operasional,” ucapnya.
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola…
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menarik perhatian investor global di sektor energi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Komunitas Kawan UMKM…
This website uses cookies.