Categories: DaerahNews

Wabup Edy Manaf Dorong Pengembangan Tanaman Manggis

BULUKUMBA – Buah Manggis yang merupakan salah satu komoditas hortikultura juga memiliki prospektif dalam mendukung perekonomian, kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan petani khususnya di Kabupaten Bulukumba. Untuk itu Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar menggelar sosialisasi Peraturan Karantina Pertanian dan Persyaratan Ekspor Buah Manggis, rabu (13/10/2021).

Jumlah populasi tanaman manggis di Kabupaten Bulukumba yakni kurang lebih 116.272 pohon yang ditanam dalam luas area 1.162 hektar, olehnya itu Wabup Edy Manaf menilai bahwa potensi komoditas manggis di Kabupaten Bulukumba sangat besar.

Manfaat buah manggis pun dikatakan Wabup banyak memiliki khasiat jika dikonsumsi, dimana hal tersebut dapat dijadikan tren untuk menjaga kesehatan, serta potensi lainnya dapat dijadikan bahan baku dalam berbagai industri, baik minuman, kosmetik, dan biofarma.

“Saya melihat manggis itu adalah tanaman yang sampai kulitnya bisa dimanfaatkan, dan saya pun salah satu mengkonsumsi saripati manggis,” ungkap Wabup.

Wabup juga mengungkapkan jumlah populasi tanaman manggis yang sudah berproduksi di Kabupaten Bulukumba berjumlah 76.707 pohon, sementara untuk ekspor buah manggis di Kabupaten Bulukumba pada tahun 2019 sebanyak 937 kilogram, dan pada tahun 2021 ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi yakni sebanyak 8.037 kilogram.

Olehnya itu dirinya mengajak untuk bersama-sama mengembangkan potensi perekonomian melalui peningkatan produktivitas komoditas unggulan di bidang pertanian dan pengembangan perdagangan industri sehingga Kabupaten Bulukumba dapat menjadi daerah yang mandiri.

Sementara itu, Kepala BBKP Makassar H. Lutfi Nasir mengungkapkan, komoditas manggis di Kabupaten Bulukumba sangat luar biasa, lahan areal tanaman manggis cukup luas. Namun produksi manggis di kabupaten Bulukumba kata Lutfi banyak yang tidak layak ekspor disebabkan dengan berbagai macam tidak terpenuhinya persyaratan ekspor, baik hal teknis maupun kelengkapan dokumen.

Adapun persyaratan untuk memenuhi ekspor buah yaitu harus berasal dari kebun yang teregistrasi, rumah kemas yang sudah teregistrasi dan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) seperti lalat buah, kutu putih, semut, dan tungau.

Syarat lainnya yakni pengemasan dan pelabelan harus dilakukan di rumah kemas yang teregistrasi serta sesuai dengan SOP ekspor, serta harus dilakukan pemeriksaan karantina tumbuhan untuk keperluan penerbitan Phytosanitary Certificate atau Sertifikat Kesehatan Tumbuhan.

“Kedepannya, kami bersama PT. Tanto Dynamic International selaku satu satunya eksportir di Sulawesi selatan akan terus melakukan pendampingan kepada petani-petani kita,” ungkap Lutfi.

Kegiatan tersebut dihadiri Wabup H. A. Edy Manaf S.Sos, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian H. Lutfi Nasir S.H beserta jajaran, para Kepala OPD Terkait, Pimpinan dan jajaran PT. Tanto Dynamic International, para Pendamping Tani, serta sejumlah Petani Manggis di Kabupaten Bulukumba. (Alam)

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

BERITA TERKAIT

Aliyah Mustika Ilham Dukung Penuh HUT IBI ke-75, Perkuat Peran Bidan di Makassar

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyatakan dukungan penuh terhadap rangkaian…

2 jam ago

Pemprov Sulsel Percepat Penanganan Jalan Strategis, Perkuat Konektivitas Antarwilayah

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat penanganan sejumlah ruas jalan strategis melalui…

2 jam ago

Bawa Pesan Presiden Prabowo, Menaker Serahkan Instrumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 di Jenewa

JENEWA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membawa pesan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya kehadiran negara…

2 jam ago

Rapat Koordinasi TP PKK Sulsel Fokus Penguatan Program dan Kesiapan Agenda Nasional

LUTIM, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi dan Pembinaan Program…

3 jam ago

Tampil Live di TV Nasional, Bupati Sidrap Paparkan Strategi Ketahanan Pangan hingga Investasi Energi

JAKARTA, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan strategi pembangunan daerah dalam program…

3 jam ago

Perkokoh Posisi Lumbung Pangan, Bupati Sidrap Bawa Program Prioritas Perikanan ke KKP

JAKARTA, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, membawa sejumlah program prioritas sektor perikanan…

3 jam ago

This website uses cookies.