Fadli Zon Anggap Teroris di Indonesia itu cuman Dibuat-buat Saja, Eko Kuntadhi: Matamu Picek

Suriadi
Suriadi

Kamis, 14 Oktober 2021 20:35

Fadli Zon. (trotoar.id).
Fadli Zon. (trotoar.id).

JAKARTA – Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi menanggapi pernyataan Politisi Fadli Zon yang menyebut bahwa teroris itu hanya dibuat-buat saja.

Eko malah minta Fadli ke korban bom untuk bicara bahwa teroris itu hanya sekedar dibuat-buat.

“Fadli, silakan bicara ini di hadapan korban bom Bali I dan II. Di hadapan korban bom Marriott. Di hadapan korban bom gereja di Surabaya.  Matamu picek, gak tahu ada kasus Bom Thamrin. Bom Condet. Dan serangkaian aksi yang memakan korba,” tulis Eko Kuntadhi di twitternya, Kamis (14/10).

Sebelumnya ramai diberitakan, Fadli menyebut bahwa “Kita punya UU Nomor 5 tahun 2018, saya ingat sekali ketika itu pembahasan paling alot tentang definisi terorisme. Dan akhirnya di dalam itu jelas disebutkan teroris adalah orang yang menggunakan kekerasan serta ancaman kekerasan dengan sasaran korban luas yang mengakibatkan kehancuran terhadap obyek vital strategis, fasilitas publik, dengan motif ideologi politik dan keamanan,” kata Fadli.

Fadli Zon menjelaskan, dalam konteks separatisme juga disebutkan melibatkan senjata di mana ikut masuk dalam definisi terorisme.

Artinya, kata Fadli, ada double standar soal terorisme di Tanah Air. Dan menurutnya hal itulah yang kemudian menjadi 

 “Ini akhirnya yang jadi sasaran hampir 100 persen umat Islam, dan merugikan persatuan dan kesatuan. Padahal saya yakin Islam dimanapun di Indonesia itu moderat, menghargai agama lain. Dan itu yang terjadi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Fadli Zon menilai bahwa teroris sebenarnya tidak ada di Indonesia hanya dibikin-bikin saja. 

“Jadi, jangan menari di gendang orang lain. Tidak ada teroris di Indonesia. Kalaupun ada bisa diselesaikan dengan cara lain. Kan sudah ada BIN, BNPT, dan Polisi, sudah lebih dari cukup itu. Kalau ini terus dilestarikan jangan glorifikasi soal terorisme, karena teroris itu sebenarnya dibikin-bikin, dibuat-buat, difabrikasi,” tuturnya.

Penulis : Redaksi


 Komentar