Said Didu: Larva Berubah Menjadi Cebong, Cebong Berubah Menjadi Kodok, Dan Kodok Tinggal Menunggu Mati

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 06 November 2021 23:09

Muhammad Said Didu. (Cnn)
Muhammad Said Didu. (Cnn)

JAKARTA – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu menyebut bahwa dulu waktu Orde Baru Presiden Soeharto lengser karena Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). 

Selama lebih 20 tahun lalu, Said berharap ada perubahan baik setelah orde baru. Tetapi menurutnya justru malah tak demikian.

“Harapan itu menjadi lebih baik, malah menurut saya KKN itu berpindah menjadi ‘Kodok’,” tuturnya lewat Tayangan YouTuber MSD, Sabtu (6/11).

Baca Juga  NasDem Sulsel Beri Penjelasan Soal Baliho yang Salah Mencetak Nama Jokowi

Apa sih ‘Kodok’ itu? Ternyata ‘Kodok’ menurut Said adalah singkatan dari Korupsi, Oligarki, Dinasti, Otoritarian dan Koncoisme.

Ia juga menyebut bahwa ‘Kodok’ itu fase terakhir dari cebong, “Larva berubah menjadi ‘cebong’, cebong berubah menjadi kodok, dan kodok tinggal menunggu mati,” kata Said Didu.

Ternyata peristilahan ‘kodok’, kata Said, lebih tepat dibandingkan ‘cebong’ untuk diberikan pada pemerintahan yang tengah berkuasa saat ini.

Baca Juga  Temui Imam di Jeneponto, NH Bakal Siapkan Insentif Rp1 Juta Per Bulan

“Jadi sebenarnya lebih bagus rezim ‘Kodok’ daripada rezim ‘cebong’. Kodok gayanya adalah menendang ke bawah, menyingkirkan ke samping, dan menjilat ke atas. Jadi itu agak sempurna sebagai istilah,” ujar Said Didu.

Menurut Said, rezim Kodok membuat Indonesia dikelola tanpa etika, “Negara yang dikelola tanpa etika itu tinggal menunggu kehancurannya dan negara ini sudah hancur-hancuran dalam segala hal,” ucap Said Didu.

Baca Juga  Dukungan Warga Tamalanrea Menguat untuk Seto-Rezki, Pilihan Semakin Solid di Nomor 2

“Bayangkan bahwa sekarang jika ada kritik tentang korupsi, buzzer menyerang, kritik pernyataan pemerintah yang aneh-aneh buzzer menyerang, bahkan istana ikut menyerang. Coba bayangkan, yang menyuarakan tentang etika dan hukum malah diserang oleh jukis dan buzzer yang dipelihara,” tuturnya lagi. [Al/Ltf]

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 Oktober 2026 22:32
Golkar Sulsel Konsolidasikan Kekuatan di Malino, IAS Tekankan Soliditas dan Kesatuan Gerak
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memperkuat fondasi organisasi di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).  Mela...
Parlemen30 Oktober 2026 19:20
Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Saatnya Bangkit dari Kejayaan Masa Lalu
MAKASSAR, Trotoar.id — Sepak takraw Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Di bawah kepemimpinan Sufriadi Arif, Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PST...
Politik30 Oktober 2026 16:24
Jelang Musda 3 November, Hastan Mattanete Masuk Bursa Ketua Golkar Pinrang
PINRANG, Trotoar.id — Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang mulai memasuki fase krusial. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ...
Politik30 Oktober 2026 14:12
Jelang HUT NasDem, Kader DPW dan GPND Sulsel Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem, kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan ...