DPRD Sulsel

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Saatnya Bangkit dari Kejayaan Masa Lalu

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 30 Oktober 2026 19:20

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Saatnya Bangkit dari Kejayaan Masa Lalu

MAKASSAR, Trotoar.id — Sepak takraw Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Di bawah kepemimpinan Sufriadi Arif, Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Sulawesi Selatan dihadapkan pada pekerjaan besar membangun kembali kekuatan organisasi sekaligus mengembalikan prestasi yang pernah mengharumkan nama daerah di pentas olahraga nasional.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PSTI Sulsel. Ia resmi dikukuhkan di Hotel Grand Imawan, Makassar, Jumat (30/10/2026).

Kepemimpinan baru ini membawa harapan bagi kebangkitan sepak takraw Sulsel. Namun, tantangan yang menanti tidak ringan.

Potensi atlet yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota harus ditopang organisasi yang solid, pembinaan berjenjang, pelatih berkualitas, serta kompetisi yang berlangsung secara konsisten.

Bagi Sufriadi, memimpin PSTI bukan sekadar menjalankan roda organisasi. Lebih dari itu, jabatan tersebut merupakan amanah untuk memastikan sepak takraw Sulawesi Selatan kembali memiliki daya saing dan mampu melahirkan atlet berprestasi.

Ia menegaskan, kejayaan masa lalu tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan. Sejarah harus menjadi pijakan untuk membangun prestasi yang lebih baik, dengan program pembinaan yang terukur dan orientasi yang jelas.

“Ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab besar. Saya ingin PSTI Sulawesi Selatan menjadi organisasi yang solid, terbuka, dan memiliki orientasi yang jelas terhadap peningkatan prestasi. Kita tidak boleh hanya bangga dengan sejarah kejayaan sepak takraw Sulsel, tetapi harus mampu melanjutkan dan meningkatkan prestasi tersebut,” tegas Sufriadi.

Salah satu agenda utama kepengurusan baru adalah memperkuat fondasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.

Langkah ini menjadi penting karena keberhasilan pembinaan atlet tidak dapat dibangun secara sporadis atau hanya menjelang kejuaraan.

Dibutuhkan sistem yang berkesinambungan, mulai dari penjaringan bibit atlet, pembinaan usia dini, peningkatan kemampuan teknis, hingga persiapan menghadapi kompetisi.

Baca Juga  Rahman Pina Gelar Buka Puasa Bersama di Rumah Jabatan

Sulawesi Selatan memiliki potensi atlet sepak takraw yang tersebar di berbagai daerah. 

Potensi tersebut perlu dikelola melalui mekanisme pembinaan yang terarah agar para atlet muda memiliki kesempatan berkembang dan menembus persaingan di tingkat yang lebih tinggi.

Karena itu, PSTI Sulsel akan memprioritaskan penguatan koordinasi dengan pengurus kabupaten dan kota, penjaringan atlet potensial, peningkatan kualitas pelatih, serta penyelenggaraan kompetisi secara berkesinambungan.

“Kita harus mulai dari pembenahan organisasi. Pengurus provinsi harus mampu membangun komunikasi dan koordinasi yang kuat dengan PSTI kabupaten/kota. Dari situlah kita bisa menemukan bibit-bibit unggul, melakukan pembinaan secara berjenjang, dan mempersiapkan atlet yang benar-benar siap bersaing,” jelasnya.

Bagi Sufriadi, pembinaan tidak boleh hanya berorientasi pada hasil sesaat. Atlet membutuhkan kesempatan bertanding secara rutin untuk mengasah kemampuan, membangun mental kompetisi, dan memperoleh pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.

Karena itu, keberadaan organisasi yang aktif harus berjalan seiring dengan program latihan yang terarah dan kompetisi yang terjadwal.

Tanpa fondasi tersebut, potensi atlet berisiko tidak berkembang secara maksimal. 

Sebaliknya, sistem pembinaan yang kuat akan membuka peluang lebih besar bagi lahirnya atlet yang mampu bersaing dan membawa nama Sulawesi Selatan ke tingkat nasional maupun internasional.

Sufriadi juga menempatkan kolaborasi sebagai salah satu kunci untuk membangun masa depan sepak takraw Sulsel.

Menurutnya, peningkatan prestasi tidak bisa hanya dibebankan kepada pengurus provinsi. 

Diperlukan dukungan pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), kalangan pendidikan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet, memperluas ruang kompetisi, dan menjaga kesinambungan program agar tidak berhenti ketika terjadi pergantian kepengurusan.

Baca Juga  Budi Hastuti Pastikan Semua Anak di Makassar Bersekolah

Sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel, Sufriadi memandang olahraga memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. 

Sepak takraw, menurutnya, bukan semata-mata tentang pertandingan dan perolehan medali, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun kedisiplinan, karakter, kerja sama, dan daya juang.

“Olahraga adalah investasi masa depan. Kita ingin anak-anak muda Sulawesi Selatan memiliki ruang untuk mengembangkan bakat, menunjukkan kemampuan, dan meraih prestasi. Sepak takraw harus menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu membuka jalan bagi lahirnya generasi unggul,” ungkapnya.

Dukungan lintas sektor diharapkan tidak berhenti pada komitmen, tetapi diwujudkan melalui program yang konkret. 

Mulai dari pemetaan potensi atlet, peningkatan kapasitas pelatih, hingga penyediaan ruang kompetisi yang memungkinkan atlet berkembang secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, pembinaan sepak takraw diharapkan tidak hanya bertumpu pada sejumlah daerah yang selama ini menjadi pusat kekuatan olahraga, tetapi juga mampu menjangkau potensi atlet di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

Di luar persoalan teknis pembinaan, Sufriadi menilai soliditas organisasi menjadi modal penting untuk menggerakkan seluruh potensi sepak takraw Sulawesi Selatan.

Ia mengajak pengurus, atlet, pelatih, wasit, serta masyarakat pecinta olahraga untuk menyatukan langkah dan menempatkan kepentingan prestasi di atas kepentingan kelompok.

Menurutnya, keberhasilan PSTI tidak bisa bergantung pada sosok ketua semata. Organisasi membutuhkan kerja kolektif, komunikasi yang terbuka, dan komitmen bersama untuk menjalankan program yang telah ditetapkan.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kebersamaan dan semangat gotong royong. Mari kita jadikan PSTI sebagai rumah besar bagi seluruh insan sepak takraw Sulawesi Selatan. Tidak ada kepentingan lain selain memajukan organisasi dan melahirkan prestasi,” tandasnya.

Baca Juga  Cicu Gelar Sosialisasi Perdana Pemberdayaan Koperasi dan UMKM

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kepengurusan baru harus mampu merangkul seluruh elemen sepak takraw. 

Sebab, perbedaan pandangan di dalam organisasi semestinya tidak menjadi penghambat, melainkan dapat dikelola untuk memperkuat program dan memperluas partisipasi.

Soliditas juga harus tercermin dalam pelaksanaan program kerja. Organisasi yang kuat bukan hanya terlihat dari struktur kepengurusan, tetapi dari kemampuannya menghadirkan pembinaan yang berjalan, kompetisi yang teratur, serta sistem evaluasi yang memastikan setiap program memberikan hasil.

Pengukuhan Sufriadi Arif menjadi titik awal dari pekerjaan besar yang menanti PSTI Sulsel. 

Harapan terhadap kepemimpinan baru kini bertumpu pada kemampuan menerjemahkan visi kebangkitan menjadi program konkret yang dapat diukur hasilnya.

Pembenahan organisasi, pemerataan pembinaan, peningkatan kualitas pelatih, dan konsistensi kompetisi akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah perjalanan sepak takraw Sulawesi Selatan ke depan.

Publik olahraga tentu menantikan lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan. Mereka membutuhkan bukti bahwa potensi atlet daerah benar-benar memperoleh ruang untuk berkembang dan mampu menghasilkan prestasi.

Di sinilah tantangan utama Sufriadi: memastikan seluruh agenda pembenahan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi berjalan melalui program yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Kebangkitan sepak takraw Sulsel pada akhirnya tidak ditentukan oleh banyaknya pernyataan atau meriahnya prosesi pengukuhan. 

Ukurannya terletak pada seberapa kuat organisasi bekerja, seberapa konsisten atlet dibina, dan seberapa jauh prestasi mampu ditingkatkan.

Sufriadi kini memegang amanah untuk membawa PSTI Sulsel menuju arah tersebut. Harapan telah diletakkan di pundak kepengurusan baru. 

Pekerjaan berikutnya adalah membuktikan bahwa kejayaan sepak takraw Sulawesi Selatan bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan prestasi yang dapat dibangun kembali melalui kerja nyata di lapangan. (***)

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 Oktober 2026 22:32
Golkar Sulsel Konsolidasikan Kekuatan di Malino, IAS Tekankan Soliditas dan Kesatuan Gerak
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memperkuat fondasi organisasi di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).  Mela...
Politik30 Oktober 2026 16:24
Jelang Musda 3 November, Hastan Mattanete Masuk Bursa Ketua Golkar Pinrang
PINRANG, Trotoar.id — Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang mulai memasuki fase krusial. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ...
Politik30 Oktober 2026 14:12
Jelang HUT NasDem, Kader DPW dan GPND Sulsel Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem, kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan ...
Politik30 Oktober 2026 13:06
Panggung Musda Golkar Gowa Mulai Terbuka, Lukman B Kady Dijadwalkan Kembalikan Formulir
GOWA, Trotoar.id — Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gowa mulai memasuki fase krusial. Penjaringan bakal calon resmi dibuka, seme...