Ketua PKS Nilai Aturan yang Dikeluarkan Nadiem Tentang Kekerasan Seksual di Kampus Ada Dampak Positifnya

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 09 November 2021 18:28

Suardi–Ketua PKS Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. (dokpri)
Suardi–Ketua PKS Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. (dokpri)

trotoar.id, Gowa—Permendikbud Ristek Nomor 30 tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi dinilai ada dampak positif. Tetapi juga memiliki dampak negatif, Kata Ketua PKS Kabupaten Gowa, Suardi.

“Dampak positifnya misalnya dicantumkan dalam konsideran Permendikbud Ristek itu bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan termasuk kekerasan seksual sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujarnya kepada trotoar.id, Selasa (9/11).

Namun dampak negatifnya lebih besar dan bertentangan dengan nilai-nilai agama yaitu melegalkan perzinahan,  seks bebas dan perbuatan menyimpang LGBT di kampus.

“Asal dilakukan dengan persetujuan pelakunya. Ini merusak generasi muda penerus bangsa kita,” tuturnya.

Menurutnya, ini sangat fatal karena memuat frasa tanpa persetujuan korban, “Yang mana dalam Permendikbud Ristek itu misalnya pelaku yang membuka pakaian korban tanpa persetujuan Korban termasuk kekerasan seksual,” terangnya.

Nah, sebaliknya jika dilakukan dengan persetujuan korban, kata dia, maka dilakukan dengan dalih suka sama suka berarti tidak merupakan kekerasan seksual. 

“Perbuatan ini dengan atau tanpa persetujuan korban tetap salah dan tidak sesuai dengan norma agama dan norma adat yang luhur serta budaya luhur bangsa kita sebagai orang Indonesia,” imbuhnya.

Selain itu, tambah Suardi, dalam Permendikbud Ristek tersebut ada pembentukan Satuan Tugas yang akan menambah beban Perguruan Tinggi dan dikhawatirkan konsentrasi Perguruan Tinggi untuk mencapai tujuan penyelenggaraan pendidikan sebagaimana termaktub dalam UU Sisdiknas akan terabaikan.

“Harus dibentuknya Satuan Tugas dan pelaksanaan pelatihan serta penyediaan akomodasi serta sarana prasarana pendukung seperti rumah aman justru menambah beban baru bagi kampus maupun civitas Perguruan Tinggi,” pungkasnya. [Alam]

 Komentar

Berita Terbaru
Uncategorized10 Agustus 2026 15:07
Bukan Bakar Ban, Peternak Ayam Petelur Bagikan Ayam dan Telur di Depan DPRD Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Unjuk rasa peternak ayam petelur di depan kantor sementara DPRD Sulawesi Selatan, Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kota Makass...
Politik10 Agustus 2026 14:11
IAS Jadikan Pangkep Daerah Pertama Dikunjungi Usai Musda: “Saya Datang untuk Berterima Kasih”
PANGKEP, Trotoar.id — Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), memilih Kabupaten Pangkep sebagai daerah pert...
Metro09 Agustus 2026 23:03
Si Jago Merah Mengamuk di Nipah Mall, Damkar Berjibaku Padamkan Api
MAKASSAR, Trotoar.id — Kebakaran menghebohkan pengunjung dan pekerja di Nipah Mall, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Minggu (9/8/2026) malam. Ap...
Metro09 Agustus 2026 18:48
Karebosi Jadi Panggung Utama, Pemkot Makassar Matangkan Semarak HUT ke-81 RI di 15 Kecamatan
Makassar, Trotoar.id — Semangat merah putih mulai dikobarkan Pemerintah Kota Makassar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan ...