Stunting Sulsel Turun Signifikan, Plt Gub: Investasi SDM Ada di Atas Infrastruktur

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 13 November 2021 18:17

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya dalam menekan angka stunting pada anak.

Upaya itu kini membuahkan hasil. Dari data ePPGBM  Elektronik Pencatatan & Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat, hingga Agustus 2021, angka stunting di Sulsel mencapai di angka 9,08%.

Kabar baik itu pun menjadi salah satu pencapaian baik di momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) 12 November 2021 ini.

Apalagi angka itu pun bahkan melampaui target Pemerintah Pusat untuk menekan angka stunting pada tahun 2024 menjadi 14%.

Baca Juga  Jabat PJ Wali Kota, Ini Pesan Nurdin Abdullah Yusran

Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa keberhasilan ini atas sinergi bersama hingga ditingkat Pemerintah Desa/Kelurahan.

“Alhamdulillah, angka stunting di Sulsel turun signifikan hingga 9.08%. Ini melampaui target Nasional 14% untuk tahun 2024,” ujarnya, Sabtu (13/11/2021).

Lanjutnya,”capaian ini merupakan kerja bersama. Alhamdulillah, membuahkan hasil. Semoga penurunan stunting ini menjadi pemacu semangat kita bersama untuk terus bekerja dalam terus menekan angka stunting di Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Baca Juga  BPBD Sulsel Turunkan TRC Bantu Evakuasi Hingga Bawa Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Luwu

Andi Sudirman mengakui, bahwa dengan menekan angka stunting merupakan sebuah investasi untuk masa depan yang lebih baik. “Dengan menekan angka stunting, sama halnya kita menyelamatkan generasi bangsa. Ini adalah investasi sumber daya manusia, bahkan di atas investasi infrastruktur. Dengan investasi SDM ini, maka kedepan mereka bisa membangun atau menjadi pemimpin yang lebih baik untuk daerah kita,” tuturnya.

Pemprov Sulsel, kata dia, terus mendorong program dalam mengentaskan angka stunting dan gizi buruk. Salah satunya, menetapkan lokus-lokus untuk menekan angka stunting dengan pendampingan oleh tenaga kesehatan.

Baca Juga  Ni'matullah: Belanja Pendidikan 2021 Meningkat

Dalam menekan stunting, lanjutnya, turut serta dibantu oleh ibu-ibu dari Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan hingga PKK tingkat Kabupaten, serta PKK tingkat Kecamatan maupun Desa/Kelurahan.

“Kita harap tidak ada lagi bayi lahir dalam keadaan stunting. Olehnya itu, pentingnya pendampingan kepada keluarga 1000 Hari Pertama kehidupan dan memberikan paket intervensi gizi pada anak dan ibu hamil,” tuturnya. [Alam]

 Komentar

Berita Terbaru
Politik25 Oktober 2026 11:59
Eks Wakil Bupati Sidrap Mahmud Yusuf Perkuat Golkar Sulsel, Emban Misi Kemanusiaan
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan memperkuat barisan kepengurusannya dengan menghad...
Metro24 Oktober 2026 21:57
Fatmawati Rusdi: Sulsel Siap Jadi Simpul Produksi dan Distribusi Pangan Sulampua
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi sekali...
Metro24 Oktober 2026 17:52
Sulsel Fest 2026 Hadirkan 60 UMKM, Sediakan 40 Stan Gratis
12 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Festival Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan 2026 (Sulsel Fest) menghadirkan pel...
Metro24 Oktober 2026 16:46
Aliyah Mustika Ilham Resmikan Identitas Baru MOMTOMOMS, Dorong Perempuan Saling Menguatkan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengapresiasi peran komunitas pe...