Jokowi ‘Pamer’ Bangunanya, Said Didu: Bersumber dari Utang Pemerintah Sebesar 152 Persen dan Utang BUMN 126 Persen

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 20 November 2021 19:18

Muhammad Said Didu. (Cnn)
Muhammad Said Didu. (Cnn)

trotoar.id, Jakarta—Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu mengatakan bahwa Jalan Tol yang telah dibangun Jokowi itu bersumber dari utang negara.

Selama 6 tahun, Jokowi bangun 1.640 KM Jalan Tol. Selain itu, pemerintah juga membangun jalan non tol sepanjang 4.600 km. Kemudian, 15 bandara baru dan 38 pengembangan bandara lama.

Menurut Said Didu, bahwa harus juga Jokowi membuka dan memberi tambahan penjelasan bahwasanya anggaran untuk pembangunan tersebut sumbernya dari peningkatan utang pemerintah pusat sebesar 152 persen.

Ia juga menyinggung BUMN bahwa hingga saat ini peningkatan utang BUMN non keuangan ada senilai 126 persen. Menurut Said, ini perlu dijelaskan supaya rakyat paham.

“Biar rakyat paham, harusnya ditambahkan pjlsn bhw dana utk pembangunan tsb bersumber dari peningkatan utang pemerintah pusat sbsr 152 % dan peningkatan utang BUMN Non-Keuangan sbsr 126 %,” tulis Said di cuitan twitternya, Sabtu (20/11).

Sementara itu, Ia juga menegaskan bahwa pemilik sah BUMN sejatinya adalah negara. Hal ini diungkapkan diterangkan terpisah, saat Said Didu saat menjadi narasumber dalam diskusi daring bertajuk “Banyak BUMN Sekarat, Pemerintah Bisa Apa?” pada Jumat, (19/11/2021) malam.

Oleh sebab itu perusahaan-perusahaan yang menjadi bagian dari BUMN itu bukan milik individu atau kelompok.

“Saya hanya ingin mengingatkan bahwa BUMN itu Badan Usaha Milik Negara, bukan badan usaha milik pemerintah, milik Menteri, apa lagi milik relawan, bukan! Ini milik negara,” bebernya..

Said Didu mengatakan, BUMN itu memiliki dasar yang kuat yakni tertuang dalam UUD 1945. Artinya, BUMN dibentuk bukan melalui UU yang dibuat oleh DPR dan pemerintah.

“Jadi dasarnya sangat kuat. Dan mungkin satu-satunya negara yang dasar BUMN-nya itu konstitusi mungkin hanya Indonesia. China pun bukan, tidak. Itulah posisi BUMN,” tuturnya.

Atas dasar itu, Said Didu merasa heran jika BUMN saat ini dijadikan sebagai “Sapi Perah” oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi maupun golongan, tanpa memikirkan rakyat banyak.

“Kuncinya BUMN bagi saya ada tiga. Pertama, jadi benteng perekonomian nasional menghadapi globalisasi. Kedua, buffer perekonomian rakyat dan betul-betul menggerakkan ekonomi rakyat. Ketiga, adalah katalisator perekonomian nasional,” imbuhnya. [Al/trotoar]

 Komentar

Berita Terbaru
Politik04 Mei 2026 23:03
PSI Selayar Tancap Gas Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Desa
SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Putriana, terus mengint...
Metro04 Mei 2026 18:50
TP PKK Makassar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Bimtek dan Peninjauan Kebun Aku Hatinya PKK
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) serta p...
Daerah04 Mei 2026 18:18
Buka Karang Taruna Cup II, Aksi Bupati Sidrap Main Voli Semarakkan Suasana
SIDRAP, Trotoar.id — Pembukaan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Cup II di Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Senin (4/5/2026), berlangsung me...
Metro04 Mei 2026 17:12
Pemerintah Pusat Apresiasi Kinerja Pemkot Makassar
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan lawatan kerja ke Jakarta untuk memperkuat sinergi penanganan masalah sosial d...