MAKASSAR—Pasca peristiwa penyerangan dua asrama mahasiswa di Makassar yakni asrama Mahasiswa Luwu dan Mahasiswa Bone, memunculkan respon berbagai pihak.
Ditanggapi Asisten 1 Pemerintah Daerah Kabupaten Bone, Andi Muh Yamin, mengatakan bahwa Bone dan Luwu adalah satu kesatuan.
“Sehingga perlu pengetahuan sejarah kepada para Mahasiswa sehingga tidak terjadi kejadian seperti ini,” tuturnya dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (29/11).
Baca Juga :
Sementara itu, Bupati Luwu, Basmin Mattayang, mengatakan bahwa sebetulnya pihak kampus mesti mengambil sikap.
Menurutnya, perlu ada terobosan oleh pihak kampus, berupa regulasi khusus yang mengatur persoalan kekacauan dalam kampus.
“Semua kampus yang ada di Kota Makassar harus ada regulasi khusus seperti penandatanganan integritas di mana di dalamnya aturan apabila ada mahasiswa yang melakukan hal tersebut [Penyerangan] akan dikeluarkan,” tuturnya.
Basmin Mattayang mendorong agar para pengurus kerukunan warga masing-masing berperan dalam pencegahan kejadian konflik.
Selain itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menerangkan bahwa pemerintah akan membuat kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan mahasiswa dari KEPMI dan IPMIL.
“Sehingga terjalin lagi hubungan yang harmonis antara kedua belah pihak,” ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh kampus di Makassar menerapkan razia benda tajam dalam kampus.
“Seluruh kampus di Makassar akan diterapkan razia benda tajam kepada Mahasiswa sehingga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini,” tutupnya. [Alam]




Komentar