DPRD Harap Pemrov Sulsel Batalkan Pemotongan TPP

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 02 Desember 2021 21:54

DPRD Harap Pemrov Sulsel Batalkan Pemotongan TPP

Trotoar.id, Makassar  — Melalui komisi A, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel berharap agar kiranya Pemerintah Provinsi Sulsel membatalkan keinginan untuk memotong Tunjangan prestasi pegawai (TPP) ASN. 

Ketua Komisi A DPRD Sulsel Selle KS Dalle mengatakan DPRD menekankan dua poin terkait keinginan Pemprov Sulsel pada APBD tahun 2022, yaitu soal Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN dan pengurangan Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau honorer.

“Kitai harapkan pemprov Sulsel tidak melakukan pemotongan TPP ASN sebesar 20 persen serta pengurangan gan tenaga Honorer, karena dimasa pandemi, mereka butuh hidup, ” Katanya 

Jika pemerintah tetap melaksanakan pemotongan TPP dan Pengurangan tenaga honorer maka jelas akan berdampak kepada hidup banyak ASN dan Honorer yang mengandalkan pendapatan tersebut untuk melanjutkan hidup di tengah masa pandemi. 

Dia mengatakan potongan TPP dan pengurangan tenaga  honorer bisa berdampak pada kinerja pemerintah, termasuk ASN dalam bekerja. 

“Kasihan jika tetap dilakukan, Ini alasan kemanusiaan. Masih mending kalau ASN hanya alokasikan TPP untuk cicilan motor dan mobil, nah bagaimana kalau mencicil rumah,” tegasnya.

“Bayangkan ASN dan PTT itu adalah ujung tombak Pemprov tapi mereka itu bekerja tidak tqenang, tidak nyaman. Jadi keliru kelola pemerintahan, kita ingatkan pelan-pelan jangan buat ketidakstabilan baru,” kata Selle.

Hal senada disampaikan anggota Komisi A Arfandy Idris. Ia mengaku menolak pemotongan TPP ASN dan pengurangan tenaga honorer atau PTT

Dia mengatakan pengurangan tenaga honorer harus berdasarkan kinerja, dengan melihat kehadiran TPP pegawai dan kinerja TPP, kalau memang mereka malas keluarkan saja,

“Kalau mengurangi PTT harus berdasar pada kinerja damn kehadiran, kalau ada PTT malas dan kinerja tdk baik keluarkan saja, sebab pemerintah akan membayar bagi mereka yang benar-benar niatnya tulus bekerja bukan cuma nimbrung nama dan baju dinas saja,” Ucapnya 

Dan pemerintah juga seharusnya melalui BKD melakukan deteksi secara dini jangan apa ada PTT siluman atau fiktif serta pembatasan penerimaan tenaga PTT, sebab tidak dapat dipungkiri banyak keluarga pejabat terdaftar sebagai PTT saat ini. 

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Uncategorized22 Agustus 2026 22:56
Atasi Krisis Air Petani, Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Sumur Bor untuk 40 Hektare Sawah di Gowa
GOWA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan sumur bor kepada kelompok tani di Desa Bori Tallasa, Kecamatan Pallangga...
Parlemen22 Agustus 2026 18:24
Salman Alfarizi Karsa Serap Aspirasi Warga Tamamaung, Beasiswa Jadi Sorotan
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Salman Alfarizi Karsa, menyerap langsung aspirasi warga dalam kegiatan Pengawasan APB...
Nasional22 Agustus 2026 17:18
Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Perintahkan Tambah Pompa dan Sumur Bor
KUBU RAYA, — Presiden Prabowo Subianto turun langsung mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Ray...
Hukum22 Agustus 2026 17:09
MA Larang JPU Ajukan Banding dan Kasasi atas Putusan Bebas, SEMA 4/2026 Terbit
JAKARTA, Trotoar.id — Mahkamah Agung (MA) menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2026 yang menegaskan bahwa jaksa penuntut umu...