JAKARTA—Eks Menteri Keuangan RI, Rizal Ramli atau RR, membahas anggaran pandemi Covid-19 pada tahun 2020 yang menurutnya sia-sia.
“Pandemi itu kan masa susah, yang meninggal ratusan ribu orang. Harusnya kan kita kompak kita saling bantu,” kata dia.
Tetapi sepanjang tahun 2020 anggaran yang dipakai untuk melawan pandemi sebesar Rp1.035 triliun, kata Rizal, tidak berdampak sama sekali.
Baca Juga :
- Saat Petinggi Partai Dorong Penundaan, Rizal Ramli Malah Tawarkan Pemilu Dipercepat Supaya Pimpinan Berganti
- Rizal Ramli Geram ke Gubernur Jateng soal Wadas, Ganjar Pranowo: Tidak Perlu Ditakuti, Tidak Akan Ada Kekerasan
- Akan Maju Capres? Rizal Ramli: Kalau Mau Berhasil Harus Tidak Jauh dengan Ibu Kota Lama, Kecuali Niatnya Jelek
“Pandemi itu mulai ada perbaikan penyelesaiannya pada kuartal pertama tahun 2021 karena strateginya lebih jelas,” bebernya.
Dalam masa susah itu, menurutnya, justru orang-orang di Indonesia ini banyak yang mencari kesempatan.
“Rakyat lagi susah lagi mereka memanfaatkan kekuasaannya untuk memperkaya diri dan kelompoknya, ini udah keterlaluan banget,” tuturnya.
Meskipun dia mengakui tidak menyukai Presiden Jokowi diproses dan diadili secara hukum, tapi untuk saat ini hal itu mesti dilakukan.
“Mungkin karena sudah keterlaluan, barangkali kita bikin sejarah baru supaya kapok gitu loh. Pejabat negara itu amanah ya kan, kalo enggak ya gak kapok-kapok,” ungkapnya.
“Dulu kita kritik KKN ya kan, Tommy Soeharto terutama anak-anaknya. Hari ini ada anak kecil beli investasi saham ratusan miliar, duit dari mana? Itu kan duit dari bisnis jualan pisang doang ditambah jualan martabak,” sambungnya.
Maka dari itu menurut Rizal Ramli semua ini berhubungan dengan keserakahan tanpa batas, kesempatan dalam kesempitan.
Oleh karena itu dirinya meminta Presiden Jokowi diproses karena permasalahan Indonesia sudah sangat kompleks.
“Kita sudah waktunya yang benar kita katakan benar, benang basah kita tegakkan. Tapi nggak mungkin karena Indonesianya sudah super kompleks, super ruwet,” ungkapnya.
“Satu-satunya cara ya benangnya diambil ujungnya dan ditarik ke atas. Jadi kita fokus aja sama ujungnya benang (Presiden Jokowi),” tutup Rizal Ramli. [Red/Ltf]



Komentar