Terlihat mobil truk pengangkut sampah tengah melakukan antrian untuk membuang sampah di TPA Antang, Jumat (24/12) [FOTO : Alam]
Topik “Makassar Darurat Sampah” sengaja diangkat menjadi sebuah kampanye lingkungan. Pasalnya, sudah 2 bulan terakhir kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang dikabarkan tidak terkendali.
Smentara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny Pomanto terus menggenjot proses lelang Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proses tersebut diharapkan selesai hingga akhir tahun 2021 ini.
Akan tetapi beredar kabar bahwa TPA Antang menjadi tidak sangat beres akhir-akhir ini, salah satunya adalah antrian puluhan meter mobil truk hingga sampah yang diduga sengaja dibuat berserakan di jalan masuk menuju TPA.
Hal ini kemudian ditelusuri ke lokasi TPA Antang, pada Jumat, (24/12/2021). Tentunya yang paling pertama dirasakan adalah bau menyengat di hidung ketika mendekati area tersebut.
Tampak juga tumpukan sampah yang mencapai puluhan meter, dan sampah yang berhamburan di mana-mana menjadi pemandangan umum di lokasi itu.
Akhir-lahir ini, mobil truk setiap kali ke TPA selalu menghadapi antrian panjang ketika hendak menurunkan sampah di dalam lokasi pembuangan.
“Iya, selalunya antri,” kata salah seorang sopir truk pengangkut sampah yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi TPA Antang, Jumat (24/12).
Selain itu, seorang warga yang bermukim di sekitar TPA Antang bernama Yani menuturkan bahwa memang antrian semacam ini setiap tahunnya terjadi dan itu menjadi hal yang biasa-biasa saja.
Tetapi yang berbeda dari tahun sebelumnya, kata Yani, karena akhir-akhir ini antrian tersebut menjadi sangat parah.
“Tiap tahun [ada antrian] cuma lebih parah [akhir-akhir] ini. Sampai di bawah [di Jalan Antang Raya] sekarang ini. Ini parah sekali mi [antriannya],” ujar Yani saat diwawancarai yang tengah menggendong anak kecilnya, Jumat (24/12).
Terkait penyebab antrian tersebut, Yani menyebut ada ‘alat’ yang sering mengalami kerusakan sehingga menyebabkan antrian panjang. Namun Yani tak menyebutkan alat apa yang dimaksudnya itu.
“Kan alat rusak-rusak ki alat,” katanya saat ditanya terkait penyebab antrian mobil truk pengangkut sampah TPA Antang.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Lingkungan Hidup Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, Wawan mengatakan bahwa ini menjadi perhatian serius oleh pihaknya.
Utamanya bidang lingkungan hidup, kata dia, pihaknya fokus membahas dampak-dampak lingkungan yang tidak terlepas dari persoalan persampahan di Kota Makassar.
“Memang lagi fokus pada pengelolaan sampah di Kota Makassar, terutama sampah yang bertumpuk di TPA Antang yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar,” tuturnya kepada media, Jumat (24/12).
Wawan menegaskan bahwa HMI Cabang Makassar akan melakukan pengawas intens pada semua proses penanganan sampah di daerah yang berjuluk ‘Kota Daeng’ ini.
“Kami akan terus mengawasi apa yang dilakukan oleh Pemkot Makassar dalam penanganan sampah di Kota Makassar,” tutupnya.
[Penulis : Alam]
Jakarta, trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori…
Barru, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis di sektor pelayanan…
BARRU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Barru mulai menyusun arah pembangunan tahun 2027 melalui Forum Konsultasi…
BARRU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Barru mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 melalui…
BARRU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Barru bergerak cepat memperbaiki ruas Jalan Lawampang, Kecamatan Balusu hingga…
BARRU, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika…
This website uses cookies.